
Pemerintah Kabupaten Ponorogo tak tinggal diam menghadapi serangan hama wereng yang semakin meluas di lahan pertanian. Bukan tanpa alasan, langkah cepat dilakukan karena serangan wereng terus meningkat, dari sebelumnya 89,79 hektare dengan puso atau gagal panen 2 hektare lebih, kini meluas menjadi 112,42 hektare dengan gagal panen mencapai 4,15 hektare.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Ponorogo, Suprianto, mengatakan pihaknya akan melakukan penyemprotan pestisida secara serentak mulai Rabu, 16 Juli 2025, di sejumlah titik sawah yang terdampak.
“Sebanyak 320 liter pestisida telah kami siapkan, dengan asumsi penggunaan 1,5 liter untuk tiap hektare, diperkirakan mampu menjangkau sekitar 200 hektare lahan,” ujarnya.
Dari total 112,42 hektare sawah yang diserang wereng, sebanyak 95,66 hektare masuk kategori serangan ringan, 9,96 hektare kategori sedang, 7,15 hektare kategori berat, dan 4,15 hektare mengalami puso atau gagal panen total.
Tak hanya itu, kawasan yang masuk kategori waspada serangan wereng mencapai 875 hektare. Dari luasan tersebut, penyemprotan sporadis sudah dilakukan di sekitar 232 hektare sebagai upaya pencegahan.
Suprianto menjelaskan, hama wereng batang coklat menyerang tanaman padi petani di 45 desa yang tersebar di 12 kecamatan di Ponorogo. Karena itu, penyemprotan dilakukan secara masif menggunakan alat hand sprayer untuk menjangkau area yang lebih luas secara efektif.



