
Lima Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Ponorogo resmi ditunjuk sebagai pelaksana International Class Program (ICP) atau Program Kelas Internasional dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025. Program ini akan memasuki tahun kedua pelaksanaannya pada tahun ajaran 2025/2026.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo, Nurhadi Hanuri, mengungkapkan bahwa ICP sudah dibuka sejak tahun lalu. “Itu artinya, tahun ajaran 2025/2026 merupakan tahun kedua program tersebut berjalan,” ujarnya.
Lima sekolah yang ditunjuk untuk menyelenggarakan ICP antara lain SMPN 1 Ponorogo, SMPN 2 Ponorogo, SMPN 4 Ponorogo, SMPN 6 Ponorogo, dan SMPN 1 Jetis. Program ini ditujukan untuk memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan karakter siswa, khususnya mereka yang memiliki potensi akademik tinggi.
Nurhadi menegaskan bahwa pelaksanaan ICP tidak akan mengubah jumlah pagu siswa secara keseluruhan. “Pagu untuk kelas ICP telah ditentukan, yaitu antara 25 hingga 30 siswa per kelas,” jelasnya.
ICP sendiri bertujuan untuk meningkatkan kompetensi literasi siswa dalam bahasa Inggris. Dalam pelaksanaannya, program ini menggabungkan kurikulum nasional dengan kurikulum internasional Cambridge, sehingga diharapkan mampu mendorong peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Ponorogo.



