
satu ekor anjing berhasil ditembak hingga mati sementara satu ekor lainnya berhasil kabur. (Foto/Fuad)
Karena geram atas kejadian empat ekor domba yang dimangsa di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, warga setempat akhirnya memburu dua ekor anjing liar yang kerap berkeliaran di wilayah tersebut. Hasilnya, satu ekor anjing berhasil ditembak mati, sementara satu ekor lainnya melarikan diri.
Agung Prihandoko, Kepala Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, mengatakan bahwa perburuan anjing liar tersebut dilakukan selama dua hari terakhir dan salah satu anjing berhasil ditembak pada Selasa sore, 29 April 2025.
“Awalnya keberadaan anjing itu tidak dianggap serius oleh warga. Namun setelah memangsa hewan peliharaan, warga menjadi geram,” ujarnya kepada gema surya Rabu (30/04).
Menurut Agung, warga semakin khawatir jika anjing tersebut menjadi agresif dan membahayakan anak-anak, sehingga langkah antisipasi perlu segera diambil untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Adapun kematian empat ekor domba akibat serangan anjing liar tersebut tidak terjadi secara bersamaan. Awalnya, hanya satu ekor domba milik warga yang menjadi korban. Namun keesokan harinya, tiga ekor domba milik peternakan Pondok Gontor juga ditemukan mati dengan kondisi serupa.



