Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Dindik Imbau Siswa Ikut TKA, Meski Tidak Wajib Sebagai Rekomendasi Jenjang Selanjutnya
  • LPG Non Subsidi Naik, Sejumlah Pangkalan Akui Belum Pengaruhi Penjualan Gas 3 Kg
  • Kuasai Ruang Publik, Lapak Semi Permanen Dibongkar Petugas Gabungan
  • Banyak Lakalantas karena Lubang Jalan di Desa Plosojenar, Warga Inisiatif Tandai dengan Pilox
  • Banyak Fasum Rusak di Pasar Legi, Pedagang Sambat
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2025
  • Maret
  • 10
  • Gelombang PHK dan Kebijakan Efisiensi Anggaran , Dunia Usaha Lesu
  • Jelajah

Gelombang PHK dan Kebijakan Efisiensi Anggaran , Dunia Usaha Lesu

Admin Senin 10 Maret 2025 | 07:38 WIB
phk

Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan kebijakan efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berdampak pada dunia usaha, termasuk di Ponorogo. Hal ini disampaikan oleh pengamat ekonomi, Sayid Abas, yang menyoroti keluhan dari para pengusaha terkait penurunan penjualan di awal Ramadan tahun ini.

“Banyak pengusaha yang mengeluhkan lesunya penjualan di awal Ramadan ini. Kondisi ini jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana biasanya permintaan meningkat di awal puasa,” ujar Sayid Abas.

Menurutnya, para pengusaha, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), saat ini berada dalam ketidakpastian. “Mereka dibuat harap-harap cemas, apakah situasi ini akan terus berlanjut atau justru membaik menjelang Lebaran nanti,” tambahnya.

Sayid menjelaskan bahwa Ramadan umumnya menjadi momen meningkatnya konsumsi masyarakat. Namun, untuk tahun ini, ada beberapa faktor yang menekan daya beli. “Penurunan daya beli ini dipengaruhi oleh pelemahan ekonomi, gelombang PHK yang masif, serta efisiensi anggaran pemerintah,” jelasnya.

Meski demikian, penjualan ritel yang menjadi salah satu pendorong konsumsi rumah tangga selama Ramadan dan Lebaran 2025 diperkirakan tetap mengalami peningkatan, meski tidak setinggi tahun 2024. Beberapa pakar ekonomi juga memiliki prediksi serupa.

Diharapkan, pemerintah segera memberikan stimulus bagi masyarakat dan industri manufaktur guna meningkatkan konsumsi. “Dukungan dari pemerintah sangat dibutuhkan agar roda ekonomi kembali berputar dan daya beli masyarakat bisa kembali pulih,” tutup Sayid Abas.

About the Author

Admin

Administrator

Visit Website View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Disnaker Ponorogo Buka Posko Pengaduan THR
Next: Pengiriman Uang dari Luar Negeri ke Ponorogo Capai 3 Miliar

Related Stories

nurhadi
  • Jelajah

Dindik Imbau Siswa Ikut TKA, Meski Tidak Wajib Sebagai Rekomendasi Jenjang Selanjutnya

Gema Surya FM Senin 20 April 2026 | 14:49 WIB
tangga
  • Headline
  • Jelajah

Banyak Fasum Rusak di Pasar Legi, Pedagang Sambat

Gema Surya FM Senin 20 April 2026 | 11:41 WIB
LPG
  • Jelajah

LPG Non Subsidi Naik, Sejumlah Pangkalan Akui Belum Pengaruhi Penjualan Gas 3 Kg

Gema Surya FM Senin 20 April 2026 | 14:38 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.