Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Dindik Imbau Siswa Ikut TKA, Meski Tidak Wajib Sebagai Rekomendasi Jenjang Selanjutnya
  • LPG Non Subsidi Naik, Sejumlah Pangkalan Akui Belum Pengaruhi Penjualan Gas 3 Kg
  • Kuasai Ruang Publik, Lapak Semi Permanen Dibongkar Petugas Gabungan
  • Banyak Lakalantas karena Lubang Jalan di Desa Plosojenar, Warga Inisiatif Tandai dengan Pilox
  • Banyak Fasum Rusak di Pasar Legi, Pedagang Sambat
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2025
  • Februari
  • 17
  • Masih Sulit Terapkan Pertanian Ramah Lingkungan di Ponorogo, Petani Masih Suka Instan
  • Jelajah

Masih Sulit Terapkan Pertanian Ramah Lingkungan di Ponorogo, Petani Masih Suka Instan

Gema Surya FM Senin 17 Februari 2025 | 14:19 WIB
Masih sulit untuk menerapkan pertanian ramah lingkungan karena banyak petani yang lebih memilih instan. (ANTARAFOTO/Basri Marzuki)

Masih sulit untuk menerapkan pertanian ramah lingkungan karena banyak petani yang lebih memilih instan. (ANTARAFOTO/Basri Marzuki)

Belum semua petani di Ponorogo mau menerapkan pertanian ramah lingkungan.

Tri Budi Widodo, Kabid Tanaman Pangan dan Perikanan, Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Pemkab, mengatakan banyak faktor yang menyebabkan petani enggan, di antaranya mereka lebih suka instan, di mana jika menggunakan pupuk kimia lebih cepat hasilnya.

“Sementara jika menggunakan organik, maka akan repot membuatnya, hasilnya juga harus menunggu berangsur-angsur baru bisa dirasakan,” jelasnya. 

Begitu juga untuk pestisida, jika menggunakan agen hayati tidak bisa serta-merta mengatasi hama dan penyakit pada tanaman.

Selain itu, dari sisi pemasaran, hasil pertanian organik kurang diminati konsumen karena harganya dinilai mahal.

“Selama ini, bagi petani organik, memiliki pasar khusus, namun jumlahnya tidak banyak,” ungkapnya.

Kendati demikian, menjadi tantangan tersendiri bagi OPD-nya untuk selalu melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para petani menerapkan pertanian ramah lingkungan.

Pantauannya, meski belum seratus persen organik, sudah banyak yang menerapkan perbandingan 20 persen organik, sisanya masih (rl/ab) 

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Dua Rumah di Baosan Lor Ngrayun Nyaris Rata dengan Tanah, Tertimbun Material Longsor
Next: Selama Sepekan, 15 Truk ODOL Terjaring Razia Petugas Gabungan

Related Stories

tangga
  • Headline
  • Jelajah

Banyak Fasum Rusak di Pasar Legi, Pedagang Sambat

Gema Surya FM Senin 20 April 2026 | 11:41 WIB
nurhadi
  • Jelajah

Dindik Imbau Siswa Ikut TKA, Meski Tidak Wajib Sebagai Rekomendasi Jenjang Selanjutnya

Gema Surya FM Senin 20 April 2026 | 14:49 WIB
LPG
  • Jelajah

LPG Non Subsidi Naik, Sejumlah Pangkalan Akui Belum Pengaruhi Penjualan Gas 3 Kg

Gema Surya FM Senin 20 April 2026 | 14:38 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.