Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Sejumlah Kantong Parkir Dipersiapkan Dishub Ponorogo Bekerjasama dengan 13 Jukir Dalamrangka Event Grebeg Suro
  • Rumah Terbakar di Ngunut Babadan, saat Ditinggal Pemilik, Diduga Penyababnya Konsleting
  • Dua Jamaah Haji Dirujuk ke RSUD Dr. Harjono Sesampai di Ponorogo
  • Ular Piton Masuk Rumah Warga di Jalan Kawung, Sempat Lilit Petugas Evakuasi
  • Dikebut, Rekrutmen Calon Siswa SR Tahun Ajaran Baru Ini, Petugas Rela Door to Door
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2025
  • Februari
  • 17
  • Masih Sulit Terapkan Pertanian Ramah Lingkungan di Ponorogo, Petani Masih Suka Instan
  • Jelajah

Masih Sulit Terapkan Pertanian Ramah Lingkungan di Ponorogo, Petani Masih Suka Instan

Gema Surya FM Senin 17 Februari 2025 | 14:19 WIB
Masih sulit untuk menerapkan pertanian ramah lingkungan karena banyak petani yang lebih memilih instan. (ANTARAFOTO/Basri Marzuki)

Masih sulit untuk menerapkan pertanian ramah lingkungan karena banyak petani yang lebih memilih instan. (ANTARAFOTO/Basri Marzuki)

Belum semua petani di Ponorogo mau menerapkan pertanian ramah lingkungan.

Tri Budi Widodo, Kabid Tanaman Pangan dan Perikanan, Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Pemkab, mengatakan banyak faktor yang menyebabkan petani enggan, di antaranya mereka lebih suka instan, di mana jika menggunakan pupuk kimia lebih cepat hasilnya.

“Sementara jika menggunakan organik, maka akan repot membuatnya, hasilnya juga harus menunggu berangsur-angsur baru bisa dirasakan,” jelasnya. 

Begitu juga untuk pestisida, jika menggunakan agen hayati tidak bisa serta-merta mengatasi hama dan penyakit pada tanaman.

Selain itu, dari sisi pemasaran, hasil pertanian organik kurang diminati konsumen karena harganya dinilai mahal.

“Selama ini, bagi petani organik, memiliki pasar khusus, namun jumlahnya tidak banyak,” ungkapnya.

Kendati demikian, menjadi tantangan tersendiri bagi OPD-nya untuk selalu melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para petani menerapkan pertanian ramah lingkungan.

Pantauannya, meski belum seratus persen organik, sudah banyak yang menerapkan perbandingan 20 persen organik, sisanya masih (rl/ab) 

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Jalan Terus, Rencana Relokasi TPA Mrican ke Lahan Perhutani Sukun
Next: Pemkab dan DPRD Ponorogo Sepakati Nota Rancangan RPJMD 2025-2029

Related Stories

Setyo Budiono Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Lalu Lintas Dishub Ponorogo (foto: Yudi)
  • Jelajah

Sejumlah Kantong Parkir Dipersiapkan Dishub Ponorogo Bekerjasama dengan 13 Jukir Dalamrangka Event Grebeg Suro

Gema Surya FM Sabtu 6 Juni 2026 | 13:33 WIB
Rumah Terbakar di Ngunut Babadan (Foto: Salpol PP dan Damkar)
  • Headline
  • Jelajah

Rumah Terbakar di Ngunut Babadan, saat Ditinggal Pemilik, Diduga Penyababnya Konsleting

Gema Surya FM Sabtu 6 Juni 2026 | 11:00 WIB
Foto Rombongan Jamaah Haji Asal Ponorogo yang baru tiba (foto: Yudi)
  • Jelajah

Dua Jamaah Haji Dirujuk ke RSUD Dr. Harjono Sesampai di Ponorogo

Gema Surya FM Sabtu 6 Juni 2026 | 10:33 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.