Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Harga Sayur Naik Jelang Idul Adha, Cabai Rawit Tembus Rp71 Ribu per Kg
  • Pemkab Ponorogo Salurkan 6 Sapi Kurban di Idul Adha Tahun ini
  • Sempat Viral Tidak Menyembelih Hewan Kurban, Akhirnya Mushola di Dukuh Krajan Desa Wonodadi Ngrayun Dapat Bantuan Hewan Kurban
  • Sapi Bantuan Presiden untuk Ponorogo Disalurkan ke Masjid Jami’ Tegalsari Jetis
  • Pangdam V Brawijaya Tinjau Persiapan Pembangunan Brigif TP dan Yonif TP di Pulung
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2025
  • Februari
  • 8
  • Sawah Petani di Gandukepuh Sukorejo Terkena Asem-asem
  • Headline
  • Jelajah

Sawah Petani di Gandukepuh Sukorejo Terkena Asem-asem

Gema Surya FM Sabtu 8 Februari 2025 | 13:05 WIB
Sawah

Sejumlah tanaman padi milik petani di Ponorogo mengalami ‘asem-aseman’. Gejalanya ditandai dengan daun padi yang menguning kemerahan, dimulai dari ujung lalu menjalar ke pangkal daun hingga akhirnya mengering dan menyebabkan pertumbuhan lambat. Selain itu, akar tanaman tampak berwarna cokelat, mudah mengelupas, dan sebagian membusuk.

Katini, salah satu petani di Desa Gandukepuh, Kecamatan Sukorejo, mengungkapkan bahwa ‘asem-aseman’ ini terjadi akibat tanaman padi terendam air dalam waktu lama akibat curah hujan tinggi.

“Kalau musim kemarau, tanaman padi justru tumbuh bagus. Tapi sekarang, karena hujan terus, padi saya banyak yang terkena asem-aseman,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini umur tanaman padi masih kurang dari satu bulan. Untuk mengatasi masalah ini, ia melakukan pemupukan serta perawatan dengan mencabut rumput liar di sekitar tanaman. “Kalau mau hasilnya lebih bagus, harus disemprot juga,” tambahnya.

Petani lain, Nur Arini, juga mengalami hal serupa. Menurutnya, curah hujan yang tinggi menyebabkan banyak tanaman padi terserang asem-aseman.

“Saya sudah melakukan penyemprotan agar tidak semakin parah. Kalau dibiarkan, panen kami bisa berkurang banyak,” katanya.

Sebagai informasi, sekitar 50 hektare lahan sawah yang tersebar di lima kecamatan, yakni Badegan, Sampung, Jambon, Kauman, dan Sukorejo, berisiko mengalami panen yang tertunda akibat serangan penyakit ini.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Sopir Angkudes dan Bus Mini Terminal Selo Aji, Keluhkan Sepinya Penumpang
Next: Targetkan 19 Ribu Pengunjung Saat Libur Lebaran, Disbudparpora Siapkan Pentas Hiburan di Telaga Ngebel

Related Stories

Enam sapi di bagikan Pemkab Ponorogo saat idul adha tahun ini (foto: Istimewa)
  • Jelajah

Pemkab Ponorogo Salurkan 6 Sapi Kurban di Idul Adha Tahun ini

Gema Surya FM Kamis 28 Mei 2026 | 11:34 WIB
Cabai Rawit Tembus Rp71 Ribu per Kg (foto: Istimewa)
  • Jelajah

Harga Sayur Naik Jelang Idul Adha, Cabai Rawit Tembus Rp71 Ribu per Kg

Gema Surya FM Kamis 28 Mei 2026 | 11:41 WIB
mushola di dukuh krajan desa Wonodadi Ngrayun dapat bantuan hewan kurban (foto: Hengki)
  • Headline
  • Jelajah

Sempat Viral Tidak Menyembelih Hewan Kurban, Akhirnya Mushola di Dukuh Krajan Desa Wonodadi Ngrayun Dapat Bantuan Hewan Kurban

Gema Surya FM Kamis 28 Mei 2026 | 11:20 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.