Jelajah

Bank Sampah Kelurahan Kadipaten, Jadikan Tumpukan Sampah Menjadi Uang

Tumpukan sampah bisa jadi  tumpukan uang bagi Riyani warga kelurahan Kadipaten Babadan Ponorogo. Bagaimana tidak, dirinya mendapat penghasilan lebih hanya dengan mengumpulkan sampah dari lingkungannya hingga jutaan rupiah.

Karenanya sejak beberapa bulan terakhir Riyani terus mengedukasi warga sekitar untuk memanfaatkan sampah yang dimiliki untuk bisa ditukar dengan uang melalui Bank sampah di kelurahan.

Langkah kecil nya, mengajak anggota arisan PKK untuk mengumpulkan bekas gelas air mineral setiap kali pertemuan. Sebelumnya, bekas gelas ini sering dibuang begitu saja. Namun, sekarang, mereka dikumpulkan dan dibawa ke Bank Sampah untuk ditukarkan dengan uang.

“Tidak hanya bekas gelas air mineral, tetapi juga botol bekas, kaleng, dan minyak goreng bekas sudah ada yang mengambilnya,” ungkap Riyani. Namun, salah satu kendala utama yang dihadapi adalah kebutuhan akan lahan yang lebih luas untuk menyimpan tumpukan sampah tersebut.

Pihaknya butuh lahan luas untuk menyimpan tumpukan sampah tersebut. Sejauh ini kata Riyani, sampah dari botol bekas, kaleng hingga jlantah minyak goreng sudah ada yang mengambilnya. Yang pasti, program bank sampah tak hanya menambah pendapatan warga tapi juga membantu pemerintah daerah mengurangi masalah sampah.