HeadlineJelajah

Viral, Video Nenek Ditandu Untuk Berobat Karena Jalan Sulit di Dukuh Sidowayah

Sempat Viral di media sosial video seorang nenek yang digotong menggunakan tandu oleh puluhan warga menuruni tanjakan jalan tanah. Video berdurasi 24 detik itu memperlihatkan lansia dengan kondisi  lemah lantaran sakit digotong dengan dudukan yang dipasang dan digantung menggunakan sepotong bambu. Setelah ditelusuri lokasinya di Lingkungan Wonopuro, Dukuh Sidowayah, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon. Sementara nenek yang digotong itu bernama Boirah (80) mengalami sakit jantung.

Sakim, anak Boirah mengatakan kejadian Selasa lalu itu saat menggotong ibunya yang sakit. Dikarenakan akses jalan tidak bisa dilalui mobil akhirnya dipikul. Daikui kondisi jalan di desanya memang rusak parah, bahkan masih tanah liat. Saat musim hujan jalan di lingkungan Wonopuro menjadi licin.

Menurutnya warga di lingkungannya memang kebiasaannya kalau ada yang sakit perlu diperiksa, biasanya digotong ke bawah untuk dapat pengobatan. Begitu pula nanti jika hendak kembali pulang ke rumah digotong lagi. Jaraknya sekitar 2 km biasanya butuh waktu 20 menit untuk turun ke bawah atau jalan raya. Selain aksesnya sulit, lanjut Sakim, jalanan tersebut juga tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Bahkan roda dua pun sulit jika tidak terbiasa.

Hal yang sama dikatakan, warga lainnya, Daimin dimana kondisi ini sudah berlangsung sejak dulu. Warga setempat sudah terbiasa bergotong royong menggotong warga yang sakit, melahirkan maupun meninggal dunia. Baik dari arah bawah maupun dari atas bukit. Menurutnya sulitnya akses jalan ini, Dokter dan Bidan enggan memeriksa warga Dukuh Sidowayah. Padahal di lokasi ini ada 140 jiwa dari 37 KK. Bahkan pernah dua kali, ada warga yang ingin melahirkan dibantu bidan, namun saat ditengah perjalanan digotong warga, tiba-tiba lahiran. Akhirnya tidak jadi dibawa ke bidan, justru dibawa kembali di rumah untuk perawatan.

Sementara itu Sarmin Kepala Desa Sidoharjo Jambon mengakui warganya harus ditandu untuk berobat karena memang kondisi jalan rusak dan medan yang sulit sehingga mobil tidak bisa masuk. Menurutnya jalan itu merupakan jalan menuju satu RT di wilayah Wonopuro, Dukuh Sidowayah, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon dengan penduduk 140 jiwa dari 37 KK. Jalan yang dilewatinya warga itu merupakan jalan milik Perhutani jadi pihak desa tidak bisa berbuat apa-apa.

Sebenarnya, Pemdes siap saja jika ingin membangun jalan tersebut tapi terganjal status tanah milik Perhutani  sehingga tidak berani memperbaiki jalan sejauh 2 KM tersebut. Selama ini, lanjut Sarmin, warga memang merasa kesulitan melintasi jalan setapak itu lantaran masih tanah dan saat musim hujan pun licin. Harapannya Pemkab membantu mengupayakan agar tanah itu dihibahkan ke Pemdes sehingga bisa membangunya.