HeadlineJelajah

Mengenai Kelangkaan LPG 3Kg di Ponorogo, Dewan Desak Pemkab Turun Tangan

Pemkab Ponorogo harus bertanggung jawab atas kelangkaan Gas elpiji 3kg dalam beberapa pekan terakhir, hal tersebut disampaikan Sunarto Ketua DPRD, lantaran setiap hari mendengar keluhan dari masyarakat, namun belum ada tanda-tanda Pemkab mengambil langkah langkah komprehensif mengatasi masalah ini. 

Dari informasi yang ia terima masyarakat yang harus rela antri indent di pangkalan menitipkan tabung kosong, bahkan harganya sudah ada kenaikan hingga 5000 rupiah per tabung nya, sehingga semestinya sebelum ramai di media, pihak-pihak terkait sudah turun tangan melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab sulitnya mendapatkan gas bersubsidi tersebut.

Kata Sunarto, Daerah harus mengetahui kelangkaan itu apakah dipicu pengurangan pasokan, kesalahan distribusi, atau penyalurannya tidak lancar, kalau ketiga hal tersebut tidak ada masalah namun tetap ada kelangkaan pasti ada sesuatu yang tidak beres sehingga pemkab harus koordinasi dengan kepolisian untuk mengusutnya, apalagi masalah sulitnya mencari gas melon sebenarnya sudah cukup lama bahkan hasil penelusurannya merata di semua Kecamatan di Ponorogo. 

Sebelumnya Taufik kurniawan, Section head communication and relation pertamina patra niaga jatimbalinus memastikan tidak ada pengurangan alokasi LPG 3 kg di Ponorogo. Alokasi harian Gas 3kg untuk Kabupaten Ponorogo tetap sama sekitar 34.500 tabung setiap harinya, terkait adanya salah satu SPBE yang berhenti beroperasi, sudah di backup SPBR di Jl.Teratai, Madiun, Magetan dan Pacitan sehingga harusnya tidak ada masalah.