Jelajah

Panen Terlambat, Pesanan Gadung Harus Inden

Jelang idul fitri identik dengan naiknya permintaan jajanan lebaran tak terkecuali keripik gadung. Di Ponorogo wilayah yang terkenal dengan keripik gadung adalah Ngrayun. Makanan dari umbi gadung yang diiris tipis-tipis kemudian dijemur dan digoreng itu, diburu konsumen karena rasanya yang  gurih. Maka tak heran jika para pedagang keripik gadung mulai kebanjiran order. Salah satunya Ririn Sundari, pengusaha keripik gadung asal Dusun Krajan, Desa Ngrayun.

Sayangnya untuk tahun ini  kata ririn, panen umbi gadung terlambat sehingga pihaknya tidak bisa nyetok banyak. Padahal permintaan jelang lebaran naik tapi harus inden dulu. Jika tahun lalu bisa menghabiskan 4 kwintal keripik gadung, tahun ini hanya 2 kwintal saja karena tidak ada barang.

Permintaan akan dilayani asalkan pemesan tidak buru-buru. Sedangkan bahan baku di Ngrayun melimpah dan panen raya hanya terjadi setahun sekali. Pemasaran produknya tersebut,paling banyak wilayah Ponorogo dan Madiun. Pihaknya melayani permintaan dalam bentuk mentah maupun yang sudah digoreng.