Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Satreskrim Polres Ponorogo Amankan 23 Penggalang Dana Fiktif, Dana Sumbangan Dipakai Judi
  • Milad ke-27, Suryamart Akan Gelar Senam Massal
  • Relawan EMT RSUA Aisyiyah Bertugas di Puskesmas Pameu Aceh hingga Akhir Januari 2026
  • Medan Ekstrem dan Perjalanan Panjang, Relawan EMT RSU Aisyiyah Ponorogo Berjuang Layani Warga Aceh
  • Dukung Ketahanan Pangan, PDA Aisyiyah Ponorogo Luncurkan Beauty Garden
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2021
  • Mei
  • 31
  • Harga Anjlok, Petani Memilih Menjadikan Tanamannya Sebagai Pakan Ternak
  • Jelajah

Harga Anjlok, Petani Memilih Menjadikan Tanamannya Sebagai Pakan Ternak

Gema Surya FM Senin 31 Mei 2021 | 08:40 WIB
KOL
Kepala Desa Krisik saat melakukan tinjauan / Foto : Erwan

Anjloknya harga sayur mayur Pudak menyebabkan para petani menjerit, karena harganya terjun bebas sehingga sebagian hasil panen yang tidak terjual  akhirnya dijadikan pakan ternak. Sebut saja Kubis yang sebelumnya mencapai 4000 rupiah saat ini tinggal 1500 rupiah saja per kg nya, bawang prei dari 5000 rupiah menjadi 3000 rupiah saja, begitu pula wortel dari 4500 rupiah per kgnya tinggal 1500 rupiah.

Kondisi tersebut dibenarkan Erwan Santoso Kepala Desa Krisik sekaligus ketua asosiasi pedagang dan petani sayur pudak, dimana anjloknya harga terjadi saat lebaran hingga sekarang. Selain karena panen raya juga penyerapan yang kurang bagus, daya beli konsumen turun sementara program BPNT yang sebelumnya menggunakan produk sayur pudak hingga kini belum jelas kapan dimulai lagi. Karenanya petani hanya bisa pasrah karena kesulitan menjual hasil produknya, sedangkan untuk dilempar keluar Daerah seperti Madiun, Wonogiri maupun Pacitan, di wilayah sana kondisinya juga berlebih, sehingga mau tak mau dijual murah di pasar lokal sedangkan sisanya untuk pakan ternak.

Jika kondisi tersebut terus terjadi, petani sayur akhirnya pilih menanami lahannya dengan tanaman lain, bisa tidak mungkin pilih menjadi peternak daripada bertani, padahal potensi Pudak sangat bagus untuk tanaman sayuran dan hortikultura dan menjadi satu satunya wilayah di Ponorogo penghasil sayur mayur. Peran Pemerintah sangat diharapkan untuk bisa menstabilkan harga sayur mayur pudak setidaknya petani tidak terlalu merugi dan bertahan untuk tetap menggarap lahannya.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Harga Porang Anjlok, Dinas Pertanian Berharap Petani Tidak Buru-Buru Panen
Next: Mirip Flu Burung, Puluhan Ekor Unggas di Desa Gelanglor Sukorejo Mati Mendadak

Related Stories

gdx
  • Jelajah

Satreskrim Polres Ponorogo Amankan 23 Penggalang Dana Fiktif, Dana Sumbangan Dipakai Judi

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 13:21 WIB
asz
  • Jelajah

Milad ke-27, Suryamart Akan Gelar Senam Massal

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 11:00 WIB
sz
  • Jelajah

Relawan EMT RSUA Aisyiyah Bertugas di Puskesmas Pameu Aceh hingga Akhir Januari 2026

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 10:25 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.