Jelajah

Santoso, Warga Japan Yang Dikabarkan Terlantar di Samarinda, Akhirnya Meninggal Dunia

Keinginan Santoso, warga Japan Babadan yang dikabarkan terlantar di Samarinda, untuk bisa pulang ke Ponorogo, pupus sudah. Ini setelah lelaki berusia 60 tahun tersebut meninggal dunia, Senin 12 April 2021 lalu. Kabar duka tersebut tentu sangat mengejutkan, masalahnya  kata kepala desa Japan, Mustifa Arifin, kepala desa Japan, mengingat sehari sebelum kepergian almarhum, masih sempat berkomunikasi lewat telpon. Bahkan almarhum masih bisa tertawa dan mengaku ingin segera pulang kampung.

Karenanya, dirinya sempat wanti-wanti, agar minta petugas Dinas sosial Samarinda membelikan tiket dulu sementara uang akan ditransfer. Namun karena saat itu hari minggu petugas libur sehingga menunggu Senin. Tak Tahunya, itu komunikasi terakhir dengan Santoso, sebab Senin siang mendapat informasi yang bersangkutan berpulang karena sakit jantung. Karena keluarga di Ponorogo sudah ikhlas jenazah akhirnya dimakamkan di Samarinda Kalimantan Timur. Kebetulan disana, ada paguyuban warga Ponorogo, sehingga semua prosesi diurus paguyuban tersebut.

Sebelumnya pihak pemerintah desa Japan Babadan sudah siap mengurus kepulangan warganya tersebut ke kampung halaman. Senin lalu, sedianya Santoso pulang. Santoso sendiri ditemukan oleh relawan di sebuah masjid dalam kondisi sakit, lalu dibawa ke dinas sosial setempat. Informasi yang didapat Pemdes japan, yang bersangkutan menjadi korban PHK karena pandemi. Pabrik tempe, tempat pak Santoso bekerja selama setahun terakhir tutup.