
Ribuan Kelelawar Bersarang di SMA Negeri 1 Balong (Foto: Santi Herlina)
Ribuan kelelawar yang bersarang di bangunan SMA Negeri 1 Balong, Kecamatan Balong, dievakuasi oleh petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ponorogo, Selasa (7/7) sore. Keberadaan satwa tersebut dinilai mengganggu karena menimbulkan bau menyengat serta merusak plafon bekas ruang Wakil Kepala Sekolah.
Salah seorang guru SMA Negeri 1 Balong, Weni, mengatakan pihak sekolah akhirnya melaporkan keberadaan kelelawar kepada petugas Damkar karena jumlahnya terus bertambah dan mengganggu aktivitas di lingkungan sekolah.
“Jumlah kelelawar yang bersarang di sini diperkirakan mencapai ribuan ekor. Selain menimbulkan bau yang menyengat, kotorannya juga merusak plafon bekas ruang wakil kepala sekolah sehingga kami meminta bantuan Damkar untuk melakukan evakuasi,” ujar Weni.
Ia menjelaskan, proses evakuasi dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dan berlangsung hampir tiga jam. Untuk menjangkau sarang yang berada di dalam plafon, petugas terpaksa membongkar sebagian plafon ruangan sebelum menyemprotkan cairan deterjen agar kelelawar keluar dari persembunyiannya.
“Petugas harus membongkar sebagian plafon karena sarangnya berada di dalam. Setelah itu disemprot menggunakan cairan deterjen supaya kelelawar keluar. Beruntung ruangan tersebut sudah tidak digunakan sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ponorogo, Bambang Supeno, mengatakan petugas langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari pihak sekolah. Evakuasi dilakukan dengan melibatkan satu unit mobil pemadam kebakaran beserta sejumlah personel.
“Begitu menerima laporan dari pihak sekolah, kami langsung menerjunkan satu unit mobil pemadam kebakaran beserta personel untuk melakukan evakuasi kelelawar yang bersarang di bangunan sekolah,” ujar Bambang.
Menurutnya, dalam proses evakuasi petugas menggunakan campuran cairan deterjen dan bensin. Aroma dari campuran tersebut diharapkan dapat membuat kelelawar enggan kembali bersarang di lokasi yang sama.
“Dalam proses penanganan kami menggunakan campuran cairan deterjen dan bensin. Bau yang ditimbulkan diharapkan membuat kelelawar tidak kembali bersarang di tempat yang sama. Setelah evakuasi selesai, kami juga mengimbau pihak sekolah menutup seluruh celah atau lubang yang menjadi akses keluar masuk kelelawar agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkas Bambang.



