
Perlu Pos PMK di 4 Kawasan dikarenakan Sering Terjadi Kebakaran (Foto: Istimewa)
Kasus kebakaran di Kabupaten Ponorogo masih tergolong tinggi. Sepanjang Juni 2026, tercatat sebanyak 12 kejadian kebakaran dengan kasus yang didominasi kebakaran rumah dan kandang ternak.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Ponorogo, Bambang Supeno, mengatakan tingginya angka kebakaran seharusnya menjadi perhatian pemerintah untuk menambah pos pemadam kebakaran di sejumlah wilayah. Menurutnya, idealnya Ponorogo memiliki pos damkar di setiap kewedanan.
“Melihat luas wilayah Ponorogo dan tingginya angka kejadian kebakaran, seharusnya sudah ada penambahan pos pemadam kebakaran, minimal di empat kewedanan. Selama ini kita hanya memiliki satu pos induk yang berada di wilayah perkotaan sehingga masih sangat kurang,” ujar Bambang Supeno.
Ia menjelaskan, sesuai ketentuan Standar Pelayanan Minimal (SPM), waktu tanggap atau response time petugas pemadam kebakaran maksimal 15 menit sejak laporan diterima hingga petugas tiba di lokasi kejadian.
“Sesuai ketentuan dari pemerintah pusat, waktu tanggap maksimal pemadam kebakaran adalah 15 menit sejak laporan diterima sampai petugas tiba di lokasi. Standar ini tentu sulit dipenuhi apabila lokasi kebakaran berada jauh dari pos induk,” katanya.
Menurut Bambang, keterbatasan jumlah pos membuat petugas tidak dapat memberikan penanganan secara maksimal apabila kebakaran terjadi di wilayah pinggiran yang berjarak jauh dari kantor pemadam kebakaran.
“Kalau terjadi kebakaran di wilayah pinggiran yang lokasinya jauh dari kantor damkar, tentu kami tidak bisa memberikan penanganan secara maksimal karena waktu tempuh menuju lokasi cukup lama,” jelasnya.
Selain penambahan pos, Bambang juga mengusulkan adanya tambahan armada pemadam kebakaran. Meski armada yang dimiliki saat ini sudah berusia cukup tua, kondisinya masih dinilai layak beroperasi karena rutin menjalani perawatan.
“Armada yang kami miliki memang sudah cukup tua, tetapi sampai saat ini masih layak digunakan karena rutin dilakukan perawatan. Meski demikian, kami sudah mengusulkan penambahan satu unit armada baru untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Bambang Supeno.



