
Harga Telur Anjlok, ASN Digerakan Untuk Beli Telur Lokal (Foto: Yudi)
Anjloknya harga telur ayam di tingkat peternak belakangan ini mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Ponorogo untuk membeli telur lokal sebagai upaya membantu penyerapan hasil produksi peternak.
Lisdyarita mengatakan gerakan ASN membeli telur lokal merupakan langkah stimulan yang dilakukan pemerintah daerah untuk membantu para peternak di tengah anjloknya harga telur di pasaran.
“Kami mengajak seluruh ASN di Kabupaten Ponorogo untuk membeli telur lokal milik peternak Ponorogo. Gerakan ini merupakan bentuk stimulan agar hasil produksi peternak dapat terserap dan membantu mereka menghadapi kondisi harga yang sedang turun,” ujar Lisdyarita.
Menurutnya, menumpuknya stok telur diduga dipengaruhi oleh dihentikannya sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah. Kondisi tersebut membuat permintaan telur menurun sehingga berdampak pada anjloknya harga di tingkat peternak.
“Kemungkinan stok telur menumpuk karena Program Makan Bergizi Gratis sementara dihentikan selama libur sekolah. Dampaknya, permintaan telur menurun sehingga harga di tingkat peternak ikut turun,” katanya.
Lisdyarita menegaskan pemerintah daerah akan terus berupaya hadir membantu kesulitan para peternak. Selain menggerakkan ASN membeli telur lokal, Pemkab Ponorogo juga akan menggelar berbagai kegiatan, termasuk bazar, untuk meningkatkan penyerapan hasil peternakan.
“Pemerintah daerah harus hadir membantu para peternak. Selain menggerakkan ASN membeli telur lokal, kami juga akan mengadakan bazar dan berbagai upaya lainnya agar hasil produksi peternak bisa terserap lebih banyak,” jelasnya.
Ia mengakui harga telur ayam di Ponorogo saat ini mengalami penurunan cukup tajam. Di tingkat peternak, harga telur berkisar antara Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram.
“Saat ini harga telur di kandang memang turun cukup tajam, berkisar antara Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram. Kami berharap berbagai langkah yang dilakukan dapat membantu menstabilkan harga dan meringankan beban para peternak,” pungkasnya.



