
Hari Bermuhammadiyah di Gelar Setiap Bulan (Foto: Suwardi)
Pelaksanaan perdana Hari Bermuhammadiyah Gembira yang akan digelar di Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO), Jalan Budi Utomo, Ahad, 5 Juli 2026, dipastikan terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya diperuntukkan bagi warga Muhammadiyah dan simpatisan, tetapi juga masyarakat umum, termasuk nonmuslim.
Ketua Panitia Hari Bermuhammadiyah Gembira, Suwardi, mengatakan kegiatan yang nantinya digelar rutin setiap awal bulan tersebut dirancang sebagai ruang silaturahmi bersama seluruh elemen masyarakat.
“Acara ini bukan hanya untuk warga Muhammadiyah dan simpatisan, tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum, termasuk saudara-saudara kita yang nonmuslim. Kami mengajak seluruh warga untuk berbondong-bondong hadir dalam silaturahmi akbar ini agar bisa bersama-sama bergembira,” ujar Suwardi.
Menurutnya, panitia telah menyiapkan berbagai kegiatan menarik, mulai dari pengajian, sarapan gratis, gerakan pangan murah, hingga bazar pakaian dengan harga sangat terjangkau. Bahkan, pakaian juga akan diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Selain mengikuti kajian ilmu melalui pengajian, masyarakat juga bisa menikmati sarapan gratis. Kami juga mengadakan bazar sembako melalui Gerakan Pangan Murah, pakaian seharga Rp5.000, bahkan gratis bagi warga yang benar-benar membutuhkan,” jelasnya.
Suwardi menambahkan, setiap ranting Muhammadiyah akan mendirikan mini store untuk memasarkan produk unggulan UMKM di wilayahnya masing-masing. Saat ini tercatat sekitar 240 ranting Muhammadiyah siap berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, yang juga akan dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni dan hiburan.
“Sebanyak 240 ranting Muhammadiyah akan membuka mini store untuk memasarkan produk-produk UMKM unggulan dari daerah masing-masing. Selain itu, masyarakat juga dapat menikmati berbagai pertunjukan seni dan hiburan selama kegiatan berlangsung,” katanya.
Lebih lanjut, Suwardi berharap Hari Bermuhammadiyah Gembira mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Ke depan, pihaknya berencana mengundang seluruh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Jawa Timur agar dampak ekonomi yang ditimbulkan semakin besar bagi Kabupaten Ponorogo.
“Harapan kami, kegiatan ini bisa ikut menyejahterakan masyarakat. Ke depan kami ingin menggerakkan Jawa Timur dengan mengundang seluruh PCM se-Jawa Timur. Ada sekitar 677 PCM, dan kalau separuh saja hadir, akan ada sekitar 400 bus masuk ke Ponorogo setiap bulan. Dampaknya tentu hotel akan penuh, kuliner bergerak, dan roda perekonomian masyarakat ikut tumbuh,” pungkasnya.



