
Penumpang Damri Meningkat Karna LIbur Sekolah (Foto; Istimewa)
Memasuki musim libur sekolah, jumlah penumpang Bus Damri di Kabupaten Ponorogo mengalami peningkatan. Kenaikan paling tinggi terjadi pada trayek wisata yang menjadi tujuan favorit masyarakat selama masa liburan.
General Manager Kantor Cabang Damri Ponorogo, Hendri Martin, mengatakan secara umum jumlah penumpang mengalami kenaikan sekitar 5 hingga 7 persen dibandingkan hari-hari reguler. Sementara itu, trayek Madiun–Ponorogo–Klayar–Watukarung mencatat peningkatan okupansi hingga 20 persen.
“Selama musim libur sekolah terjadi peningkatan jumlah penumpang sekitar 5 sampai 7 persen dibandingkan hari biasa. Okupansi tertinggi ada pada trayek Ponorogo–Ngebel dan Ponorogo–Sarangan, sedangkan trayek Madiun–Ponorogo–Klayar–Watukarung meningkat hingga sekitar 20 persen,” ujar Hendri Martin.
Menurutnya, destinasi wisata pantai masih menjadi tujuan utama masyarakat untuk menghabiskan masa liburan sekolah. Ia berharap tren peningkatan jumlah penumpang terus berlanjut hingga masa liburan berakhir.
“Objek wisata pantai masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk mengisi liburan. Kami berharap tren kenaikan jumlah penumpang ini terus berlangsung hingga libur sekolah selesai,” katanya.
Hendri menambahkan, meski terjadi peningkatan jumlah penumpang, tarif Bus Damri untuk seluruh trayek wisata tersebut tidak mengalami perubahan. Tarif Ponorogo–Ngebel tetap Rp7.000, Ponorogo–Sarangan Rp13.000, sedangkan Madiun–Ponorogo–Watukarung sebesar Rp28.500 untuk sekali perjalanan, belum termasuk tiket masuk kawasan wisata.
“Tarif tidak ada kenaikan. Untuk rute Ponorogo–Ngebel tetap Rp7.000, Ponorogo–Sarangan Rp13.000, dan Madiun–Ponorogo–Watukarung Rp28.500 per sekali jalan. Tarif tersebut belum termasuk tiket masuk objek wisata,” pungkasnya.



