
Masyarakat Tidak Boleh Bermain layang-layang di dekat Jaringan Listrik (Foto: Ilustrasi)
Memasuki musim kemarau, aktivitas bermain layang-layang di wilayah Ponorogo mulai marak dilakukan masyarakat. Kondisi ini mendapat perhatian dari PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ponorogo yang mengimbau warga agar tidak menerbangkan layang-layang di dekat jaringan listrik karena berpotensi memicu pemadaman hingga kecelakaan fatal.
Manager PLN ULP Ponorogo, Arif Jumiin, mengungkapkan benang layang-layang, terutama yang menggunakan bahan konduktif, sangat rentan menyebabkan korsleting apabila tersangkut pada kabel tegangan tinggi. Selain mengakibatkan listrik padam, kondisi tersebut juga membahayakan keselamatan pemain layang-layang.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menerbangkan layang-layang di dekat jaringan listrik. Benang layang-layang, terutama yang berbahan konduktif, bisa menyebabkan korsleting dan mengakibatkan pemadaman listrik. Selain merugikan banyak pelanggan, hal ini juga sangat membahayakan keselamatan pemain layang-layang. Dalam beberapa waktu terakhir sudah lebih dari dua kali terjadi pemadaman akibat layang-layang yang menyangkut di jaringan listrik.”
Arif menambahkan, pihak PLN juga meminta para orang tua untuk mengawasi anak-anak saat bermain layang-layang. Masyarakat diimbau memilih lapangan terbuka yang jauh dari jaringan listrik. Apabila menemukan layang-layang tersangkut di kabel listrik, warga diminta segera melaporkannya melalui aplikasi PLN Mobile dan tidak mencoba mengambilnya sendiri.



