
Harga telur ayam di pasaran dilaporkan terus mengalami penurunan yang cukup signifikan dalam dua pekan terakhir (Foto: Istimewa)
Harga telur ayam di pasaran terus mengalami penurunan cukup signifikan dalam dua pekan terakhir. Saat ini harga telur di tingkat peternak hanya berkisar Rp17 ribu hingga Rp18 ribu per kilogram.
Salah seorang peternak ayam petelur asal Kecamatan Mlarak, Ahmad Sarbini, mengatakan anjloknya harga telur dipicu oleh tiga faktor yang terjadi secara bersamaan. Di antaranya sepinya masyarakat yang menggelar hajatan karena bertepatan dengan bulan Suro atau Muharam, berhentinya sementara penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah, serta melimpahnya produksi telur di tingkat nasional.
“Saat ini harga telur di tingkat peternak hanya sekitar Rp17 ribu sampai Rp18 ribu per kilogram. Turunnya harga dipengaruhi sepinya hajatan saat bulan Suro, program MBG yang sementara berhenti karena libur sekolah, serta produksi telur yang sedang melimpah. Di sisi lain harga pakan terus naik sehingga peternak semakin berat.”
Ahmad menambahkan, kondisi tersebut membuat peternak semakin tertekan karena harga jual terus turun, sementara biaya produksi, terutama pakan ayam, justru terus mengalami kenaikan.
Para peternak berharap Pemerintah Kabupaten Ponorogo dapat berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mencari solusi. Salah satunya melalui pengaturan populasi bibit ayam atau DOC dari perusahaan pembibitan agar produksi lebih seimbang dengan kebutuhan pasar sehingga harga telur kembali stabil.



