
anggaran Rp 2,8 miliar dialokasikan untuk meratakan lahan di Kelurahan Kadipaten, Babadan (Foto: Yudi)
Proses pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Ponorogo mulai berjalan. Hal itu ditandai dengan dimulainya proses lelang pekerjaan pematangan lahan sebagai tahap awal proyek prioritas tersebut. Pemerintah Kabupaten Ponorogo mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,8 miliar untuk meratakan lahan yang berada di Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo, Jamus Kunto Purnomo, mengatakan proyek pematangan lahan direncanakan dikerjakan selama 45 hari kerja. Pihaknya berharap proses lelang segera selesai sehingga pekerjaan fisik dapat dimulai sebelum akhir bulan ini.
“Saat ini proses lelang pematangan lahan masih berjalan. Kami berharap pemenang tender sudah ditetapkan sebelum akhir bulan sehingga pekerjaan bisa segera dimulai. Waktu pelaksanaan sekitar 45 hari kerja sebagai tahap awal sebelum pembangunan gedung oleh pemerintah pusat.”
Jamus menjelaskan lahan seluas 5,7 hektare yang berada di selatan Sirkuit Jurang Gandul akan dikeruk sedalam 5 hingga 10 sentimeter. Setelah itu, lahan akan ditimbun kembali menggunakan tanah uruk agar memiliki kontur yang sesuai untuk pembangunan.
Menurutnya, pematangan lahan merupakan tahapan awal sebelum Kementerian Pekerjaan Umum memulai pembangunan gedung Sekolah Rakyat. Proyek pembangunan gedung dijadwalkan dimulai pada September mendatang dan ditargetkan selesai sehingga dapat digunakan pada tahun ajaran 2027/2028.
Sementara menunggu pembangunan rampung, kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat Ponorogo akan memanfaatkan Gedung Sentra Industri di Kelurahan Tambakbayan. Nantinya, sekolah tersebut diproyeksikan mampu menampung ratusan siswa dari keluarga yang menjadi sasaran program Sekolah Rakyat.



