
Foto Rombongan Jamaah Haji Asal Ponorogo yang baru tiba (foto: Yudi)
Ratusan jemaah haji asal Ponorogo yang tergabung dalam Sub Kloter 19 dan Sub Kloter 20 telah tiba di Bumi Reyog pada Sabtu dini hari, 2026. Namun, dua jemaah terpaksa dirujuk ke RSUD dr Harjono Ponorogo untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (KHU) Ponorogo, Marjuni mengatakan, kedua jemaah tersebut masuk kategori lanjut usia dan berisiko tinggi (risti) sehingga membutuhkan pengawasan khusus selama proses kepulangan.
“Sejak sebelum keberangkatan pulang ke Indonesia, keduanya memang sudah mengeluhkan kondisi kesehatan yang menurun,” ujarnya.
Dua jemaah yang dirujuk tersebut adalah Mesinah (79), warga Polorejo, Kecamatan Babadan, yang tergabung dalam Sub Kloter 19, serta Karno (91), warga Kecamatan Sukorejo dari Sub Kloter 20.
Mesinah diketahui mengalami keluhan sakit perut, sedangkan Karno menderita batuk yang tak kunjung membaik selama perjalanan pulang.
Menurut Marjuni, setibanya di Bandara Juanda Surabaya, tim kesehatan memutuskan kedua jemaah langsung dibawa ke RSUD dr Harjono menggunakan ambulans untuk mendapatkan perawatan lebih intensif.
“Keputusan rujukan dilakukan demi keselamatan dan kesehatan jemaah karena keduanya membutuhkan penanganan medis lebih lanjut,” jelasnya.
Pihak panitia juga telah menghubungi keluarga masing-masing jemaah untuk memberikan informasi terkait kondisi dan proses perawatan yang dijalani.
Sementara itu, proses pemulangan jemaah haji asal Ponorogo sempat mengalami keterlambatan dari jadwal yang telah direncanakan sebelumnya. Meski demikian, secara umum seluruh rangkaian kepulangan jemaah berlangsung lancar dan para jemaah dapat kembali berkumpul dengan keluarga masing-masing.



