
Umbi Porang (foto: Istimewa)
Petani porang di Kecamatan Ngrayun, Ponorogo, kini bisa tersenyum lebar. Harga porang saat ini mencapai sekitar Rp12 ribu per kilogram, jauh meningkat dibanding sebelumnya yang sempat anjlok.
Salah satu petani porang asal Desa Baosan Lor, Darman, mengatakan harga porang pernah berada di titik terendah.
“Harga porang dulu sempat anjlok di kisaran Rp1.800 sampai Rp2.000 per kilogram,” ujarnya.
Kini, harga tersebut kembali naik dan cenderung stabil, bahkan terus mengalami peningkatan.
“Sekarang harganya sudah naik hingga Rp12 ribu per kilogram dan relatif stabil,” jelasnya.
Ia menyebut, dalam satu tahun hasil panen bisa mencapai sekitar 9 kuintal, tergantung perawatan.
“Hasil panen bisa sekitar 9 kuintal per tahun, tergantung perawatan dan pemupukan,” terangnya.
Menurutnya, kunci utama dalam budidaya porang adalah ketelatenan.
“Kunci bertani porang itu telaten,” imbuhnya.
Darman juga menilai stabilnya harga saat ini dipengaruhi oleh pasar ekspor.
“Kemungkinan karena pasar ekspor dan nilai tukar dolar yang cukup kuat,” ungkapnya.
Selain itu, kenaikan harga porang turut membantu perekonomian petani di tengah naiknya harga kebutuhan pokok.
“Harga yang stabil ini sangat membantu petani,” katanya.
Senada dengan itu, petani porang asal Desa Mrayan, Haryoko, juga mengakui adanya kenaikan harga.
“Sekarang harga porang naik sampai Rp12 ribu, tentu ini sangat menguntungkan petani,” ujarnya.
Namun demikian, ia menyebut jumlah petani porang saat ini justru mengalami penurunan.
“Jumlah petani porang sekarang menurun dibanding sebelumnya,” pungkasnya.



