
Gambar ilustrasi
PONOROGO – Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang memengaruhi kondisi lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Ponorogo.
Kabid Lalu Lintas dan Sarpras Dinas Perhubungan (Dishub) Ponorogo, Setyo Budiono, mengungkapkan bahwa dalam sehari pihaknya menerima 10 hingga 15 pengaduan terkait lampu PJU yang mati.
Namun, karena keterbatasan personil, belum semua laporan dapat ditindaklanjuti pada hari yang sama.
Petugas terkadang membutuhkan waktu hingga satu minggu untuk mengidentifikasi kerusakan, apakah disebabkan oleh korsleting, masa pakai lampu yang sudah habis, atau faktor teknis lainnya.
Setyo mengakui bahwa dalam dua tahun terakhir belum ada alokasi anggaran dari daerah untuk pengadaan atau penambahan unit PJU baru.
“Langkah yang bisa dilakukan saat ini adalah mengusulkan ke Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur. Rencananya akan ada penambahan 25 unit lampu PJU yang dibagi ke tiga titik, yakni jalur Sekelip-Danyang, Pasar Pon-Sewelut, dan Jeruksing-Jetis,” jelas Setyo.
Meskipun tidak ada alokasi anggaran daerah untuk pengadaan unit baru, Setyo menegaskan bahwa anggaran untuk perawatan tetap tersedia.
Dana perawatan itulah yang digunakan secara maksimal untuk menangani berbagai laporan serta pengaduan masyarakat apabila ditemukan lampu PJU yang bermasalah. (rl/ab)



