
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo merilis data kejadian dan dampak bencana alam selama Maret 2026. Tercatat sebanyak 36 kejadian bencana terjadi di berbagai wilayah Ponorogo, didominasi cuaca ekstrem seperti pohon tumbang dan angin kencang.
Selain cuaca ekstrem, BPBD juga mencatat 11 kejadian banjir di beberapa titik serta 7 kasus tanah longsor yang banyak terjadi di wilayah dataran tinggi dan lereng pegunungan. Kondisi ini sesuai dengan peringatan dini cuaca ekstrem yang sempat dikeluarkan BMKG sebanyak dua kali selama Maret.
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun mengakui, jika dirata-rata hampir setiap hari terjadi bencana di Ponorogo, bahkan dalam satu hari bisa ada tiga hingga empat kejadian sekaligus saat cuaca ekstrem.
Masun, Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo mengatakan, “Kalau dirata-rata hampir setiap hari ada kejadian bencana. Bahkan saat cuaca ekstrem, dalam sehari bisa tiga sampai empat lokasi sekaligus sehingga anggota harus berpindah-pindah tempat untuk penanganan.”
Menurutnya, tingginya angka kejadian pada Maret ini memang sudah sesuai prediksi dari peringatan dini BMKG. Beruntung dari seluruh kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
Bencana terakhir yang terjadi pada akhir Maret adalah longsor di kawasan lingkar Telaga Wisata Ngebel. Saat itu BPBD sempat menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsoran agar akses jalan kembali normal.
“Yang terakhir kemarin longsor di jalur lingkar Telaga Ngebel. Kami langsung turunkan alat berat untuk membersihkan material longsor supaya jalur wisata tetap bisa dilalui,” ujar Masun.



