
Lonjakan aktivitas masyarakat saat Lebaran berdampak langsung pada peningkatan volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mrican, Jenangan. Dibanding hari normal, volume sampah meningkat hingga 30 persen.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Adhi Fahrianto Sulistyawan, mengungkapkan bahwa kenaikan volume sampah sudah terjadi sejak malam takbiran Idulfitri.
“Sejak malam takbiran, volume sampah mengalami peningkatan signifikan. Ada penambahan sekitar 30 ton, sehingga totalnya mencapai 100 ton per hari,” ujar Adhi.
Untuk mengantisipasi penumpukan, pihaknya meningkatkan frekuensi pengangkutan sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) ke TPA menjadi tiga kali sehari.
“Agar tidak terjadi penumpukan, pengangkutan sampah kami lakukan hingga tiga kali sehari,” jelasnya.
Ia menambahkan, jenis sampah yang mendominasi selama Lebaran adalah sampah plastik dari kemasan makanan dan minuman, serta sampah rumah tangga.
“Mayoritas sampah berupa plastik bekas kemasan makanan dan minuman, serta sampah rumah tangga,” imbuhnya.
Menurut Adhi, peningkatan volume sampah saat Lebaran merupakan hal yang rutin terjadi setiap tahun, seiring tingginya aktivitas masyarakat.
“Setiap Lebaran pasti terjadi peningkatan volume sampah karena aktivitas masyarakat juga meningkat,” pungkasnya.
Meski terjadi lonjakan cukup signifikan, pihak DLH memastikan tidak ada penambahan personel, namun tetap mengoptimalkan kinerja petugas yang ada agar penanganan sampah tetap berjalan maksimal.



