
Foto : ilustrasi
Tingginya harga daging ayam dan telur berdampak langsung pada kalangan UMKM yang bergerak di bidang kuliner. Kenaikan harga bahan baku dinilai cukup memberatkan para pelaku usaha kecil, terutama yang mengandalkan komoditas tersebut sebagai bahan utama produksi.
Ketua Forum IKM Ponorogo, Sunarto, mengungkapkan keuntungan atau profit yang diperoleh produsen saat ini sangat tipis akibat lonjakan harga yang dinilai fantastis.
“Dengan kenaikan harga bahan baku yang cukup tinggi, margin keuntungan teman-teman UMKM sekarang sangat tipis. Bahkan ada yang hanya sekadar menutup biaya operasional,” ujar Sunarto.
Ia menyebut, pengusaha mie ayam, bakso hingga aneka jajanan dipastikan harus putar otak agar usaha tetap berjalan meski keuntungan semakin mepet.
“Mereka terpaksa mencari berbagai cara supaya usaha tetap hidup. Pilihannya tidak banyak, antara menaikkan harga, meresize produk, atau yang paling berat mengurangi jumlah karyawan,” jelasnya.
Meski demikian, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan adanya pengusaha UMKM yang gulung tikar maupun melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Alhamdulillah, sampai sekarang belum ada laporan UMKM yang tutup atau melakukan PHK. Mereka lebih memilih mengotak-atik cost produksi,” katanya.
Sunarto menambahkan, sejumlah pelaku usaha menyiasati kenaikan bahan baku dengan mengganti atau mencampur bahan tertentu.
“Misalnya ada pesanan snack box dengan isian sosis ayam, maka isiannya dicampur dengan sayuran. Tentu itu dengan kesepakatan konsumen. Kalau ingin isian murni daging ayam, harganya pasti lebih mahal,” terangnya.
Ia meyakini konsumen pada dasarnya memahami kondisi kenaikan harga bahan baku yang cukup tinggi menjelang Ramadan dan Lebaran.
“Setiap tahun memang ada kenaikan jelang puasa dan Lebaran, tapi berdasarkan pengamatan kami, tahun ini kenaikannya di atas normal,” tegas Sunarto.
Seperti diketahui, sejumlah bahan kebutuhan pokok mengalami kenaikan signifikan, terutama komoditas telur dan daging ayam. Hingga awal Ramadan, harga telur di tingkat konsumen mencapai Rp29 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram, sedangkan daging ayam tembus Rp40 ribu per kilogram.



