
Sejak sepekan terakhir, kalangan ibu rumah tangga mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas LPG 3 kilogram. Beberapa pangkalan maupun pengecer di toko dilaporkan kehabisan stok, sehingga warga harus mencari ke tempat lain.
Iwan, salah satu pemilik pangkalan LPG di kawasan kota, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa sebenarnya tidak ada pengurangan alokasi dari agen. Menurutnya, pasokan gas LPG 3 kg tetap normal.
“Tidak ada pengurangan alokasi dari agen. Stok sebenarnya aman,” ujar Iwan.
Ia menjelaskan, meningkatnya permintaan menjelang bulan Ramadan menjadi salah satu penyebab gas cepat habis di tingkat pangkalan. Di tempat usahanya, kenaikan permintaan mencapai 5 hingga 10 persen dibanding hari biasa.
“Memang permintaan naik menjelang Ramadan. Di pangkalan saya ada kenaikan sekitar 5 sampai 10 persen,” jelasnya.
Menurutnya, rata-rata pelanggan kini membeli lebih dari satu tabung untuk berjaga-jaga, terutama mengantisipasi kebutuhan saat sahur.
“Banyak pelanggan beli lebih dari satu tabung untuk cadangan. Biasanya tabung kosong tidak langsung diisi, sekarang semuanya dikeluarkan untuk persiapan,” tambahnya.
Meski demikian, pihaknya tidak serta-merta memenuhi permintaan dalam jumlah besar agar distribusi tetap merata dan semua konsumen bisa mendapatkan bagian.
“Kami tetap batasi supaya merata. Jangan sampai ada yang beli banyak, tapi yang lain tidak kebagian,” tegasnya.
Iwan berharap masyarakat tidak melakukan panic buying karena tidak ada kelangkaan LPG 3 kg. Ia memastikan stok akan tetap tersedia selama tidak terjadi aksi borong.
“Tidak ada kelangkaan. Asal tidak ada aksi borong atau panic buying, stok akan tetap ada,” pungkasnya.



