
Pemerintah Desa Ngrukem, Kecamatan Mlarak, Ponorogo, turun tangan menangani kondisi Jembatan Gantung Ngijon yang menghubungkan Desa Ngrukem dengan Desa Kemuning, Kecamatan Sambit. Jembatan tersebut dilaporkan mengalami kemiringan akibat baut sling yang mulai kendor.
Kepala Desa Ngrukem, Bambang Mampriyono, mengatakan pihaknya langsung mengambil langkah cepat setelah menerima laporan dari warga.
“Kami mendapat laporan dari warga bahwa posisi jembatan gantung Ngijon terlihat miring. Setelah itu, kami segera memanggil tukang las untuk melakukan pengecekan,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan beberapa baut dalam kondisi kendor, bahkan ada yang hilang.
“Memang benar, ada beberapa baut yang hilang dan harus diganti dengan yang baru. Sekaligus tadi kami lakukan pengencangan baut yang mulai kendor,” jelas Bambang.
Namun demikian, pihak desa belum dapat memastikan penyebab hilangnya baut tersebut.
“Kami belum tahu apakah baut itu hilang karena dicuri atau memang lepas sendiri. Yang jelas, sekarang sudah kami tindak lanjuti agar kembali aman,” tegasnya.
Jembatan Gantung Ngijon diketahui memiliki peran vital bagi masyarakat. Jembatan yang dibangun sejak tahun 2018 itu memiliki panjang sekitar 40 meter dan lebar 1,5 meter.
“Jembatan ini sangat penting karena menjadi penghubung utama warga Ngrukem dan Kemuning. Selama ini hanya digunakan untuk kendaraan roda dua dan pejalan kaki,” pungkasnya.



