
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, berencana melakukan open bidding atau lelang terbuka untuk pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo. Langkah ini diambil menyusul kekosongan jabatan sekda pasca ditinggal Agus Pramono yang terseret kasus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada November tahun lalu.
Hingga kini, jabatan Sekda Ponorogo masih diisi oleh pelaksana harian. Lisdyarita mengatakan rencana lelang terbuka tersebut saat ini masih dalam tahap konsultasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Pengisian jabatan sekda rencananya akan dilakukan melalui open bidding. Saat ini masih kami konsultasikan ke provinsi,” ujar Lisdyarita.
Selain open bidding jabatan sekda, Lisdyarita juga mengungkapkan bahwa gerbong mutasi jabatan di lingkungan Pemkab Ponorogo bakal kembali digerakkan. Mutasi tersebut dilakukan seiring banyaknya jabatan yang kosong akibat pejabat memasuki masa pensiun dalam beberapa waktu terakhir.
“Pengisian jabatan akan kami lakukan karena ada sejumlah kursi yang kosong, baik karena pensiun maupun kebutuhan organisasi,” katanya.
Tak hanya jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD), sejumlah posisi kepala bidang juga turut diinventarisasi untuk segera diisi.
“Bukan hanya kepala OPD, jabatan kepala bidang juga kami data untuk segera dilakukan pengisian,” tambahnya.
Menurut Lisdyarita, mutasi dan pengisian jabatan tersebut direncanakan berlangsung dalam waktu dekat. Apalagi, Pemkab Ponorogo telah mengantongi hasil job fit yang diikuti ratusan aparatur sipil negara (ASN) pada akhir tahun 2025 lalu.
“Kami sudah mengantongi hasil job fit. Tinggal mematangkan rencana dan menunggu persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri,” jelasnya.
Sebagai informasi, saat ini sejumlah jabatan strategis di lingkungan Pemkab Ponorogo masih kosong. Di antaranya Kepala Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Direktur PUDAM Tirta Katong, hingga Direktur RSUD dr. Harjono.



