Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Tanah Ambles di Desa Jrakah Sambit Ponorogo, Empat Rumah Terancam
  • Dapur Rumah Warga di Tempuran Sawo Rusak Diterjang Longsor, 2 Rumah Terancam Retakan Tanah
  • Harga 3 BBM Naik per 18 April 2026, Pemilik SPBU Khawatir Konsumen Beralih ke Subsidi karena Selisih Harga Besar
  • Imbas Geopolitik, Sejumlah Komoditas Naik, Ini Saran dari Pengamat Ekonomi
  • Hingga Pertengahan April, Tercatat 50 Kejadian Bencana Alam di Ponorogo.
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2026
  • Januari
  • 17
  • Medan Ekstrem dan Perjalanan Panjang, Relawan EMT RSU Aisyiyah Ponorogo Berjuang Layani Warga Aceh
  • Jelajah

Medan Ekstrem dan Perjalanan Panjang, Relawan EMT RSU Aisyiyah Ponorogo Berjuang Layani Warga Aceh

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 09:34 WIB
RS

Relawan Emergency Medical Team (EMT) RSU Aisyiyah Ponorogo harus menghadapi tantangan berat selama menjalankan misi kemanusiaan di wilayah terdampak bencana di Aceh. Selain bertugas di daerah terpencil, medan ekstrem dan perjalanan panjang menjadi ujian tersendiri sebelum tiba di lokasi pelayanan kesehatan.

Untuk mencapai Puskesmas Pameu, Kecamatan Rusip, Aceh Tengah, tim EMT harus menempuh perjalanan selama satu hari penuh dari Banda Aceh. Cuaca hujan yang masih terjadi menyebabkan sejumlah titik rawan banjir dan tanah longsor, sehingga perjalanan memakan waktu jauh lebih lama dari kondisi normal.

Salah satu relawan EMT RSU Aisyiyah Ponorogo, dr. Taufik Nur, mengatakan perjalanan dari Banda Aceh menuju Takengon yang biasanya dapat ditempuh sekitar lima jam, kini bisa memakan waktu lebih dari sepuluh jam.

“Cuaca hujan masih menjadi kendala tersendiri karena tanah longsor masih terjadi di sejumlah wilayah. Perjalanan dari Banda Aceh menuju Takengon yang normalnya lima jam, sekarang bisa lebih dari sepuluh jam,” ujar dr. Taufik Nur.

Ia menambahkan, untuk menuju Kecamatan Rusip diperlukan waktu sehari penuh, sehingga selama dua hari berada di Aceh, tim EMT masih banyak menghabiskan waktu di perjalanan.

“Untuk menuju Kecamatan Rusip perlu waktu sehari penuh, sehingga dua hari pertama kami masih fokus di perjalanan,” jelasnya.

Setibanya di Kecamatan Rusip, medan menuju Puskesmas Pameu semakin menantang. Berdasarkan arahan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, akses ke lokasi hanya bisa dilalui menggunakan kendaraan roda dua. Bahkan, di beberapa titik, relawan harus menyeberangi sungai menggunakan tali baja dengan cara bergelantungan, layaknya wahana flying fox.

“Medan menuju Pameu sangat ekstrem. Di beberapa lokasi kami harus menyeberangi sungai dengan menggunakan tali baja,” ungkap dr. Taufik.

Selama kurang lebih 15 hari bertugas, tim EMT akan menghidupkan kembali pelayanan kesehatan di Puskesmas Pameu yang sempat terkendala operasional akibat bencana alam. Puskesmas tersebut membawahi sekitar enam hingga tujuh desa.

Hasil koordinasi dengan pihak puskesmas setempat menunjukkan kebutuhan paling mendesak adalah obat-obatan.

“Kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah obat-obatan, seperti obat flu, batuk pilek, diare, kencing manis, hingga hipertensi,” katanya.

Untuk mendukung tugas di daerah terpencil, tim EMT juga membawa berbagai perlengkapan nonmedis.

“Selain perlengkapan medis dan obat-obatan, kami membawa sleeping bag, alas tidur, dan kompor lapangan. Ini sebagai antisipasi karena perlengkapan seperti itu kemungkinan tidak tersedia di Pameu,” jelasnya.

Terkait tempat tinggal, tim relawan akan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan, mulai dari puskesmas, barak militer, hingga rumah warga. Meski menghadapi medan berat, dr. Taufik memastikan seluruh anggota tim dalam kondisi sehat dan tetap bersemangat.

“Alhamdulillah, seluruh anggota tim dalam keadaan sehat dan tetap semangat menjalankan misi kemanusiaan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, RSU Aisyiyah (RSUA) Ponorogo mengirimkan relawan EMT ke wilayah terdampak bencana di Aceh selama kurang lebih 15 hari, terhitung mulai 15 hingga 29 Januari 2026. Sebanyak delapan personel diterjunkan, terdiri dari dua dokter umum, empat perawat, satu petugas farmasi, dan satu petugas administrasi.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Gempa Pacitan, Sejumlah Bangunan di Ponorogo Rusak
Next: Luhur Karsanto Ikut Bersuara Terkait Rencana Pengisian Jabatan Sekda Definitif Pemkab Ponorogo

Related Stories

WhatsApp Image 2026-04-18 at 13.41.50
  • Jelajah

Tanah Ambles di Desa Jrakah Sambit Ponorogo, Empat Rumah Terancam

Gema Surya FM Sabtu 18 April 2026 | 13:53 WIB
WhatsApp Image 2026-04-18 at 13.33.47
  • Jelajah

Dapur Rumah Warga di Tempuran Sawo Rusak Diterjang Longsor, 2 Rumah Terancam Retakan Tanah

Gema Surya FM Sabtu 18 April 2026 | 13:47 WIB
STOK BBM
  • Jelajah

Harga 3 BBM Naik per 18 April 2026, Pemilik SPBU Khawatir Konsumen Beralih ke Subsidi karena Selisih Harga Besar

Gema Surya FM Sabtu 18 April 2026 | 13:33 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.