
Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo turun ke SMPN 1 Pulung setelah menerima laporan hilangnya uang ratusan juta rupiah akibat pencurian.
Sekretaris Dinas Pendidikan Ponorogo, Farida Nur Aini, menjelaskan pihaknya menerima informasi kehilangan tersebut pada Senin pagi, 15 Desember 2025. Berdasarkan keterangan Kepala SMPN 1 Pulung, total uang yang disimpan di dalam brankas mencapai Rp182 juta.
Rinciannya, sebesar Rp168 juta merupakan uang sumbangan komite wali murid, sedangkan Rp14 juta merupakan dana sosial yang dikumpulkan oleh para guru. Uang sumbangan komite rencananya digunakan untuk kegiatan sekolah yang tidak tercover oleh anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sementara dana sosial guru digunakan untuk keperluan sosial, seperti menjenguk orang sakit atau takziah.
Farida menjelaskan, pihak sekolah menyimpan uang ratusan juta tersebut di dalam brankas karena selama ini merasa aman. Selain itu, dana BOS dan dana lain tidak bisa disatukan apabila disimpan di rekening bank.
Namun demikian, hal yang disayangkan adalah kondisi CCTV di SMPN 1 Pulung yang diketahui sudah sekitar enam bulan tidak berfungsi. Pihaknya berharap kasus ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi sekolah lain agar lebih berhati-hati dalam menyimpan uang serta rutin mengecek fungsi CCTV, karena sangat membantu jika terjadi kasus serupa.
Sebagai informasi, uang tunai senilai Rp182 juta yang berada di dalam brankas di ruang kepala SMPN 1 Pulung raib digondol pencuri. Kasus pencurian tersebut pertama kali diketahui oleh penjaga sekolah saat hendak membuka ruang kepala sekolah pada Senin pagi, 15 Desember 2025. Saat itu, brankas ditemukan sudah berpindah ke lantai dengan kondisi pintu terbuka.



