
Kabar membanggakan datang dari dunia kebudayaan tanah air. Kabupaten Ponorogo akhirnya resmi menerima sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) atau Intangible Cultural Heritage (ICH) dari UNESCO. Sertifikat bergengsi tersebut diterima langsung oleh Plt. Bupati Ponorogo, Lisdyarita, di Jakarta pada 4 Desember lalu.
Pejabat yang akrab disapa Bunda Lis itu mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan buah dedikasi seluruh elemen masyarakat, khususnya para seniman Reog yang tak kenal lelah memajukan kesenian leluhur itu.
Namun, ia menegaskan bahwa sertifikat UNESCO bukan akhir dari tujuan, melainkan menjadi awal untuk terus mengembangkan dan mengangkat Reog Ponorogo agar lebih masif, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Apalagi saat ini Reog telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk mulai mengenalkan Reog sejak dini kepada anak-anak agar regenerasi tidak terputus. Kini, Reog bukan hanya milik Ponorogo, melainkan menjadi kebanggaan seluruh Indonesia.



