
Tanah longsor yang terjadi di Wagir Kidul dan Banaran, Pulung, beberapa waktu lalu membuat masyarakat prihatin, tak terkecuali komunitas pencinta alam di Ponorogo yakni Gempa Adventure Ponorogo. Seperti disampaikan Rina Ummu Hani’ Assalimah dari Gempa Adventure Ponorogo, pihaknya sangat prihatin dengan bencana tersebut. Namun, masyarakat terdampak juga harus mulai sadar pentingnya reboisasi dan merawat pohon pasca reboisasi.
Menurutnya, reboisasi di tanah yang berpotensi longsor tidak bisa menggunakan sembarangan jenis pohon. Pohon pengikat longsor adalah tanaman yang mampu menahan tanah agar tidak longsor karena memiliki sistem perakaran yang kuat dan lebat, misalnya pohon karet, beringin, atau jenis pohon sejenis. Namun, kata Putri, rata-rata yang diinginkan dan ditanam oleh masyarakat adalah pohon produktif.
Pihaknya bersama pemerintah telah berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait bencana longsor serta cara mencegah agar longsor tidak kembali terjadi.



