
Ratusan warga yang menamakan diri Forum Masyarakat Trisno Kang Giri (FMTKG) menggelar doa bersama di depan Gedung DPRD Ponorogo, Kamis 20 November 2025. Massa yang mayoritas emak-emak itu berharap agar sang bupati nonaktif, yang sebelumnya terjaring OTT KPK, dapat segera kembali memimpin Bumi Reyog.
Dengan membawa berbagai poster berisi tuntutan pembebasan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, perwakilan aksi juga membacakan sejumlah aspirasi yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Aang Parianto, koordinator lapangan, mengatakan bahwa doa bersama tersebut merupakan bentuk keprihatinan warga Ponorogo atas tragedi OTT KPK yang berujung pada penetapan tersangka terhadap Sugiri. Menurutnya, masyarakat menginginkan proses penanganan kasus tersebut dilakukan secara objektif oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia berharap melalui doa bersama ini, kondisi Ponorogo tetap aman dan kondusif serta tidak kembali dilanda kasus korupsi.
Harapan yang sama juga disampaikan Sunartip Fadlan, salah satu koordinator aksi. Dalam kesempatan itu, ia berharap agar pelaksana tugas (Plt) Bupati Ponorogo dapat amanah dalam mengemban tugas, serta tegak lurus terhadap aturan agar tidak tersandung kasus serupa.
Sekadar informasi, ada empat orang yang ditetapkan tersangka oleh KPK atas kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa suap dan gratifikasi. Keempatnya adalah Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko; Sekda Agus Pramono; Direktur RSUD dr. Harjono, Yunus Mahatma; serta Sucipto, pihak swasta yang juga kontraktor proyek RSUD dr. Harjono.



