
Komunitas Gerakan Merah Putih Pecinta Alam atau Gempa Adventure Ponorogo mewanti-wanti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo untuk mempertahankan keberadaan pohon beringin yang ada di Kantor Kecamatan Kota, tepatnya di Jalan Sultan Agung.
Rina Ummu Hani’ Assalimah, Ketua Komunitas Gempa Adventure, mengatakan ada kabar bahwa pohon beringin yang berusia puluhan tahun itu akan ditebang karena adanya proyek trotoar. Jika itu terjadi, pihaknya akan menjadi orang pertama yang memprotes atau menentang keras kegiatan tersebut.
Pasalnya, berdasarkan pengalaman proyek face off beberapa waktu lalu, juga mengorbankan puluhan pohon untuk ditebang, termasuk keberadaan pohon beringin berusia ratusan tahun di Jalan Gajah Mada. Padahal, keberadaan pohon-pohon tersebut sangat penting untuk menjaga lingkungan karena menghasilkan oksigen, menyerap karbon dioksida, mencegah banjir, hingga menjadi habitat bagi berbagai makhluk hidup.
Pihaknya sudah meminta kepada Kepala DLH untuk tidak menebang beringin tua di depan Kantor Kecamatan Kota, meski ada pekerjaan proyek di kawasan tersebut. Selama ini, merawat satu pohon saja agar tumbuh besar dan memberikan manfaat sangat sulit.
Dari hasil evaluasi ketika ada program penghijauan, masih banyak masyarakat yang tangannya jahil dengan niat merusak. Bibit tanaman yang baru saja ditanam sering kali tidak bisa bertahan lama alias dicabut.



