
Realisasi investasi di Kabupaten Ponorogo, khususnya pada sektor non-Usaha Mikro dan Kecil (non-UMK), menunjukkan perkembangan positif pada triwulan ketiga tahun 2025, yaitu periode Juli hingga September. Total investasi yang tercatat mencapai angka Rp32,882 miliar.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Ponorogo, Etik Mudarifah, mengungkapkan bahwa realisasi investasi non-UMK tersebut didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 61,77 persen atau senilai Rp20,308 miliar. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang 38,23 persen dengan nilai Rp12,573 miliar.
“Capaian ini menunjukkan bahwa Ponorogo masih menjadi daerah yang menarik bagi investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri,” ujar Etik Mudarifah.
Etik menjelaskan, secara keseluruhan, investasi tersebut berhasil menyerap 473 tenaga kerja baru. Ia juga memaparkan bahwa sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi menjadi penyumbang terbesar untuk PMA, dengan kontribusi mencapai 91,18 persen atau senilai Rp11,465 miliar.
“Sedangkan untuk PMDN, sektor perdagangan dan reparasi menjadi kontributor terbesar, mencapai 22,88 persen atau sekitar Rp4,647 miliar,” jelasnya.
DPMPTSP Ponorogo menargetkan realisasi investasi tahun 2025 sebesar Rp220 miliar. Hingga akhir triwulan ketiga, capaian sudah mencapai Rp216 miliar, atau hanya kurang sekitar Rp4 miliar dari target tahunan.
“Kami optimistis target tersebut bisa tercapai. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, realisasi investasi Ponorogo selalu memenuhi bahkan melampaui target 100 persen,” tutur Etik.
Ia menambahkan, partisipasi para pelaku usaha sangat penting dalam mendukung transparansi dan akurasi data pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami mengimbau seluruh pelaku usaha, baik besar, menengah, maupun kecil, agar rutin menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Ini penting untuk memotret perkembangan investasi dan ekonomi Ponorogo secara lebih akurat,” pungkas Etik.



