
Hingga Sabtu, 1 November 2025, jalur penghubung antara Desa Wates Jenangan dan Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, Ponorogo, untuk sementara ditutup bagi kendaraan roda empat. Penutupan dilakukan setelah terjadi longsoran tebing di titik Dukuh Dayakan, Wates, sepanjang sekitar 10 meter.
Kapolsek Ngebel, AKP Tutut Ariyanto, mengatakan pihaknya bersama instansi terkait telah memasang papan peringatan larangan melintas bagi kendaraan roda empat karena kondisi jalan sangat berbahaya. Sementara itu, kendaraan roda dua masih diperbolehkan melintas secara kondisional. Namun apabila curah hujan tinggi, pengendara tetap diimbau untuk mencari jalur alternatif lain.
Dijelaskannya, jalur yang terputus tersebut merupakan penghubung dua desa dan bukan jalan utama. Meski begitu, jalur itu sangat dibutuhkan warga Wates dan Wagir Lor karena jika harus melalui jalan alternatif, jaraknya cukup jauh. Informasi yang diperoleh, jalur ini sudah mengalami putus untuk keempat kalinya. Pemerintah daerah pun telah mengajukan anggaran ke pusat untuk pembangunan plengsengan yang dijanjikan akan direalisasikan tahun depan. Karena itu, masyarakat diimbau agar tetap berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu yang ada.
Sebelumnya, Kepala Desa Wates Jenangan, Munaji, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa longsoran tanah menutup sebagian badan jalan sehingga masih bisa dilalui kendaraan roda dua, sementara kendaraan roda empat dialihkan ke jalur alternatif. Pengendara dari arah Ngebel disarankan melewati jalur lingkar Telaga Ngebel–Jalan Raya Ngebel tembus Ngrogung, dengan jarak tempuh sekitar 6 hingga 7 kilometer.
Munaji mengakui, longsoran tersebut bukan kali pertama terjadi dan selalu berulang saat musim penghujan. Adapun longsor kali ini terjadi pada Selasa, 28 Oktober 2025, sekitar pukul 14.00 WIB, saat wilayah Wates diguyur hujan deras. Panjang longsoran diperkirakan mencapai 25 hingga 35 meter. Pihak desa telah melaporkan kejadian tersebut ke BPBD dan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut.



