
Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 di Kabupaten Ponorogo tahun ini dikemas berbeda dan jauh lebih meriah. Mengusung tajuk “Santri Vaganza”, kegiatan ini menjadi ajang besar yang menampilkan kreativitas dan semangat kaum santri. Sesuai tema nasional “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”, peringatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga penegasan peran strategis santri di kancah nasional maupun global.
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, saat jumpa pers di rumah dinas Pringgitan, Ahad, 19 Oktober 2024, mengatakan bahwa HSN di Ponorogo bukan sekadar rutinitas, namun melibatkan seluruh organisasi Islam agar gaungnya terasa hingga ke akar rumput.
Salah satunya ditandai dengan imbauan bersarung selama sembilan hari menjelang tanggal 22 Oktober, menciptakan halo effect peringatan Hari Santri. Bupati Sugiri mengajak seluruh santri, alumni, dan masyarakat untuk mengawal kemerdekaan melalui karya nyata, pemikiran yang mencerahkan, dan semangat juang yang tak pernah padam.
Ketua Panitia Santri Vaganza, Baharudin Harahap, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan ini menjadi wadah ekspresi santri, mulai dari orkestra, gambus, nasyid, hingga penampilan Charly Van Houten dan Kiai Kanjeng di Alun-Alun Ponorogo, serta kegiatan olahraga. Kegiatan ini bertujuan agar syiar “Ayo Mondok” semakin masif, sekaligus menunjukkan bahwa pesantren itu up to date dan santri penuh kreativitas.
Tak hanya panggung budaya, rangkaian HSN juga diisi dengan program edukatif. Pada 21 Oktober akan digelar Sosialisasi Pesantren Sehat dan Edukasi Kesehatan Santri. Program ini diharapkan dapat melahirkan Santri Husada, yaitu kader santri yang peduli terhadap kesehatan di lingkungan pesantren.



