
Keterbatasan anggaran tidak menyurutkan semangat Pemerintah Desa (Pemdes) Binade, Ngrayun, untuk memiliki balai desa yang megah dan representatif. Menempati lahan seluas 400 meter persegi dengan perencanaan dana senilai Rp1,1 miliar. Kepala Desa Binade, Ngrayun, Sunarwicahyo mengungkapkan, sebenarnya pihaknya telah memiliki balai desa, namun sangat terbatas karena tidak ada tempat parkir, kecil, dan sudah tak layak.
Karenanya, melalui musyawarah desa disepakati untuk membangun di lokasi baru yang jaraknya hanya 300 meter dari lokasi lama. Adapun pembangunannya sudah dimulai sejak tahun 2022 dengan mengambil anggaran hasil BUMDes. Karena itu, pembangunan tidak serta-merta rampung dalam setahun, namun harus menyesuaikan dana sehingga dilakukan dengan sistem bertahap (years).
Nantinya, balai desa itu akan mencakup kantor pemerintahan seperti BPD, Karang Taruna, dan PKK. Diakui, di bawah pembinaannya, BUMDes Desa Bina Karya Binade ini mampu menghidupkan 11 bidang usaha dan membiayai 17 karyawan yang semuanya menghasilkan profit untuk kemaslahatan dan pemberdayaan desa.
Dari laba usaha, 40 persennya dimasukkan ke kas desa dengan rata-rata lebih dari Rp50 juta per tahun, sedangkan 60 persennya digunakan untuk penambahan dan pengembangan modal usaha. Jerih payah atas laba yang dihasilkan juga bisa dilihat hasilnya, berupa sebuah bangunan yang kini dalam proses dan dirancang sebagai kantor Kepala Desa Binade, yang seluruh pembiayaannya murni berasal dari BUMDes.



