
Puluhan driver ambulans Desa siaga dilatih dan dibekali ilmu bagaimana cara menangani kegawatan di lapangan saat ada pasien yang akan dibawa ke rumah sakit. Pelatihan itu digelar diaula RSU Aisyiyah melalui Gathering driver ambulans Desa siaga, Kamis 4 September 2025.
Arbain kabag humas dan pemasaran RSU Aisyiyah Ponorogo menjelaskan ada sekitar 40 an driver yang diundang dimana kegiatan itu sebenarnya rutin setiap satu tahun sekali. Dalam setahun ada sekitar 5 hingga 6 kecamatan yang diundang untuk mengirimkan driver ambulan Desa siaga.
Untuk tahun ini yang kebagian adalah Kecamatan Jambon, Badegan, Slahung Kauman dan Parang Magetan. Tujuan melatih para driver karena peranan mereka cukup penting dalam penanganan kegawatdaruratan padahal mereka bukan tenaga kesehatan.
Karena ilmu yang diberikan sederhana saja seperti, penanganan patah tulang terbuka, bagaimana penanganan awal ketika akan dibawa ambulan agar tidak semakin parah, kemudian pasien dengan gagar otak hingga pasien yang muntah-muntah dan tak sadarkan diri.
Dijelaskan yang paling penting juga sebagai bentuk silaturahmi dan membawa semangat baru lewat hibah tensimeter digital untuk Desa. Kegiatan tahunan yang sudah berjalan sejak tahun 2019 dan akan terus dilakukan sebagai wujud pelayanan kesehatan yang lebih dekat, lebih sigap, dan lebih bermanfaat di RSU Aisyiyah Dr. Sutomo Ponorogo.



