
Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Republik Indonesia kembali membuka program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) Tahun 2025 dengan kuota sebanyak 1 juta sertifikat. Program ini merupakan fasilitasi pemerintah bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK).
Namun, kuota tersebut ternyata belum banyak dimanfaatkan oleh pelaku usaha, termasuk di Kabupaten Ponorogo. Ketua Forum IKM Ponorogo, Sunarto, menyampaikan bahwa dari tahun ke tahun jumlah kuota sertifikasi halal yang disediakan pemerintah terus menurun.
“Kalau dulu awalnya ada 3,5 juta kuota, di tahun 2025 ini tinggal 1 juta saja. Bahkan fokus sertifikasi halalnya juga berubah,” ujar Sunarto.
Ia menjelaskan, pada tahun-tahun sebelumnya fokus program sertifikasi halal gratis lebih banyak menyasar produk makanan UMKM dalam kemasan. “Tahun ini lebih diarahkan untuk warung dan pedagang keliling UMKM,” tambahnya.
Menurut Sunarto, tiap kabupaten maupun kota memperoleh jatah kuota yang berbeda-beda. Ia menyebut, sudah ribuan produk makanan dan minuman kemasan di Ponorogo yang lebih dulu mendapatkan sertifikasi halal pada tahun-tahun sebelumnya.



