
Sebuah jembatan sesek dari bambu yang terletak di Desa Slahung, Ponorogo, sempat viral di media sosial lantaran kondisinya yang reyot dan membahayakan jika dilintasi warga.
Jembatan tersebut merupakan penghubung antara Dukuh Dawang dan Dukuh Kender, dengan lokasi tepatnya di belakang SPBU Slahung.
Kepala Desa Slahung, Sukirman, saat dikonfirmasi Gema Surya membenarkan bahwa jembatan sesek tersebut berada di wilayahnya. Ia menyebut, jembatan itu dibangun sekitar tahun 2012 dan hingga kini belum ada pembangunan jembatan permanen.
“Jembatan itu memang sudah cukup lama, dibangun sekitar tahun 2012. Tapi kalau soal usulan pembangunan jembatan permanen, itu menjadi wewenang dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo,” jelasnya.
Meski berfungsi sebagai penghubung dua dukuh, Sukirman menambahkan bahwa sebenarnya terdapat jalur alternatif lain yang bisa digunakan warga. Namun, keberadaan jembatan sesek itu tetap menjadi jalur pintas yang penting, terutama bagi warga yang beraktivitas di sektor pertanian.



