
Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus, penjualan atribut kemerdekaan seperti bendera merah putih dan umbul-umbul di Ponorogo masih terpantau sepi. Hal ini dirasakan langsung oleh para pedagang musiman yang mulai menjajakan dagangannya sejak pertengahan Juli lalu.
Asep, salah satu penjual bendera dan umbul-umbul yang berjualan di kawasan Kecamatan Sambit, mengaku sejak mulai berjualan pada 20 Juli lalu, pembeli masih bisa dihitung dengan jari.
“Sehari paling laku satu-dua saja. Masih sepi,” ujar Asep.
Meski begitu, ia tetap optimis bahwa penjualan akan meningkat drastis menjelang awal Agustus, terutama setelah tanggal 30 Juli hingga sekitar tanggal 7 Agustus, sebagaimana pola penjualan di tahun-tahun sebelumnya.
“Biasanya ramai itu pas awal Agustus, apalagi mendekati tanggal tujuh. Tahun lalu juga begitu,” katanya.
Menurut Asep, yang merupakan pedagang musiman asal Jawa Barat, mayoritas pembeli berasal dari kalangan rumah tangga, pengurus RT, hingga sekolah-sekolah yang bersiap menyambut perayaan Hari Kemerdekaan.
Namun, ia menyebut persaingan dalam penjualan bendera dan umbul-umbul saat ini tidak hanya antarpenjual lapak, tapi juga dengan penjual daring.
“Sekarang saingannya bukan cuma penjual lain di jalan, tapi juga dari e-commerce. Banyak yang pilih beli online karena dianggap lebih praktis,” jelasnya.



