
Paguyuban Pemulung Peduli Lingkungan (Pepeling) Ponorogo dibuat kecewa dan geram oleh ulah oknum tak bertanggung jawab. Barikade ban penahan sampah yang dipasang di aliran Dam Tambak Kemangi, Kelurahan Tonatan, diduga sengaja dilepas talinya, sehingga sampah yang semula terkumpul rapi menjadi tercerai berai terbawa arus.
Marsudi, pengurus Pepeling Ponorogo, mengungkapkan insiden itu pertama kali diketahui pada Jumat pagi (4/7), saat dirinya melintas di kawasan tersebut. “Awalnya, sampah terkumpul di barikade ban. Tapi saat itu saya lihat sudah berserakan, masuk ke saluran irigasi bahkan tersangkut di pintu-pintu air,” ungkapnya.
Padahal, pihaknya sudah merencanakan untuk mengambil sampah yang terkumpul pada Sabtu, 5 Juli 2025. Namun rencana itu urung terlaksana karena barikade sudah rusak lebih dulu.
Marsudi menduga kuat tali barikade sengaja dilepas oleh seseorang. Sebab, selama ini tali barikade diikat kuat di pohon sisi utara dan selatan sungai, dan sangat kecil kemungkinan lepas dengan sendirinya. Meski begitu, motif dari aksi tersebut belum diketahui.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Padahal barikade itu sangat membantu mengumpulkan sampah sungai agar lebih mudah dibersihkan,” tambahnya.
Pepeling Ponorogo berharap kejadian serupa tidak terulang kembali, dan meminta masyarakat turut menjaga inisiatif-inisiatif kebersihan lingkungan yang telah berjalan baik selama ini.



