
Serangan hama wereng kembali mengancam tanaman padi di Ponorogo. Data dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) mencatat sekitar 27,5 hektar lahan di 10 kecamatan terdampak hama wereng sepanjang musim tanam ini.
Suwarni, Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dipertahankan, menyebut sepuluh kecamatan yang terdampak antara lain Babadan, Kauman, Badegan, Jenangan, Mlarak, dan Siman. “Tingkat serangan bervariasi, sebagian tergolong ringan, namun ada juga yang sudah parah,” jelasnya.
Sebagai langkah penanganan, pihaknya telah menerjunkan petugas ke lapangan untuk membantu petani melakukan pengendalian secara serentak. “Kami juga telah menyalurkan sekitar 400 botol pestisida secara gratis ke sejumlah kelompok tani,” tambah Suwarni.
Menurutnya, serangan wereng ini dipicu oleh beberapa faktor, seperti anomali cuaca, pola tanam yang tidak serentak, serta penggunaan varietas padi yang rentan terhadap wereng.
Wereng coklat dikenal sebagai salah satu hama utama tanaman padi. Serangannya menyebabkan tanaman layu, mengering, dan akhirnya mati karena cairan tanamannya diisap.
“Petugas kami sangat terbatas, karena itu kami mendorong kelompok tani untuk melakukan gerakan pengendalian hama secara terpadu, menggunakan metode seperti musuh alami, rotasi tanaman, dan penggunaan pestisida yang bijak,” pungkas Suwarni.



