
Gelaran Grebeg Syuro di Ponorogo tak hanya menyedot antusiasme warga, tapi juga berdampak langsung terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Setelah sektor parkir, kini giliran retribusi dari pedagang kaki lima (PKL) yang mencatat lonjakan signifikan.
Okta Hariadi, Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Perdakum) Ponorogo, mengungkapkan bahwa selama 10 hari pelaksanaan pasar malam Grebeg Syuro di kawasan aloon-aloon, pihaknya telah mengeluarkan karcis retribusi sebanyak 5.902 lembar.
“Kalau dirupiahkan, pendapatan dari retribusi PKL selama Grebeg Syuro ini mencapai lebih dari Rp7 juta. Padahal di hari-hari biasa, kita hanya mengeluarkan sekitar 200 karcis saja,” jelas Okta saat ditemui di sela kegiatan, Rabu (3/7/2025).
Okta menyebut capaian tahun ini juga lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya pada event yang sama. “Tahun lalu dalam 10 hari kita hanya dapat sekitar Rp6 juta. Jadi ada peningkatan yang cukup bagus tahun ini,” tambahnya.
Menurutnya, kenaikan retribusi tersebut tak lepas dari meningkatnya jumlah pedagang yang memanfaatkan momentum Grebeg Syuro untuk mengais rezeki. Tak hanya pedagang lokal, banyak juga pedagang dari luar daerah yang datang ke Ponorogo.
“Grebeg Syuro ini sudah jadi magnet. Bukan hanya warga yang datang menonton, tapi juga pedagang luar daerah yang ingin ambil bagian. Ini tentu ikut mendongkrak pendapatan dari sisi retribusi,” ujar Okta.
Ia menilai, event-event besar seperti Grebeg Syuro memang harus terus didorong karena selain menjadi atraksi budaya, juga berdampak ekonomi langsung bagi daerah dan masyarakat.



