Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Grogol Sawoo Selesai Dibangun, Akses Warga Kembali Lancar
  • Macetnya Air PDAM di Dungus Karangpatihan Pulung karena Sumber Air di Mendak Wagir Kidul Debitnya Turun
  • Bakar Sampah Berujung Kebakaran Lahan di Pangkal Sawoo, Nyaris Merembet ke Rumah Warga
  • Lubang Jalan di Jalan Margo Utomo Demangan Siman Sering Makan Korban, Warga Desak Pemkab Lakukan Perbaikan
  • Iseng Gunakan Mur untuk Cincin, Panggil Damkar Satpol PP
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2025
  • Juni
  • 28
  • Grebeg Suro, Usaha Kain Batik Laris Manis, Banyak Diburu Wisatawan Untuk Oleh-oleh
  • Jelajah

Grebeg Suro, Usaha Kain Batik Laris Manis, Banyak Diburu Wisatawan Untuk Oleh-oleh

Gema Surya FM Sabtu 28 Juni 2025 | 09:49 WIB
dwi

Perayaan Grebeg Suro 2025 tak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, namun juga membawa berkah ekonomi bagi para pelaku UMKM, salah satunya pengusaha batik. Omzet penjualan batik di Ponorogo tercatat naik hingga 50 persen selama gelaran tahunan ini berlangsung.

Dwi Riska, salah satu pengusaha batik yang memiliki galeri di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Surodikraman, mengungkapkan bahwa sejak pembukaan hingga penutupan Grebeg Suro, pengunjung yang datang ke rumah batiknya meningkat signifikan.

“Rata-rata pengunjung datang dari luar daerah. Mereka ke Ponorogo untuk menyaksikan Grebeg Suro, lalu mampir ke sini cari oleh-oleh. Kebanyakan memilih kain batik untuk dibawa pulang,” ungkap Dwi, Jumat (27/6/2025).

Ia menjelaskan, tempat usahanya menyediakan berbagai jenis batik, mulai dari batik tulis, batik lukis, batik printing, hingga kombinasi. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, tergantung dari teknik pembuatannya.

“Kalau batik printing mulai dari Rp65 ribu per lembar. Tapi kalau batik tulis, bisa ratusan ribu rupiah tergantung motif dan kerumitan pengerjaannya,” jelasnya.

Meski demikian, Dwi menilai karakter pembeli cukup beragam. Tidak semua pembeli mencari batik khas Ponorogo secara spesifik.

“Kadang mereka beli batik dari daerah lain juga, yang penting dijual di Ponorogo dan bisa jadi kenang-kenangan. Tidak selalu fanatik harus khas Ponorogo,” ujarnya.

Dwi bersyukur penjualan batik tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan momen Grebeg Suro tahun sebelumnya.

“Tahun ini lebih ramai dan penjualan juga lebih bagus. Semoga tahun depan bisa lebih meriah lagi,” pungkasnya.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: CFD Ponorogo Ditiadakan Sementara, Personel Masih Fokus di Grebeg Suro 2025
Next: Bongkar Celengan di Desa Bringinan Jambon Memasuki Tahun ke-9 Targetkan 200 Celengan yang Dibongkar

Related Stories

Macetnya Air PDAM di Dungus (Foto: Rustamji)
  • Headline
  • Jelajah

Macetnya Air PDAM di Dungus Karangpatihan Pulung karena Sumber Air di Mendak Wagir Kidul Debitnya Turun

Gema Surya FM Kamis 13 Agustus 2026 | 12:58 WIB
Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Grogol Sawoo Selesai Dibangun, Akses Warga Kembali Lancar (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Grogol Sawoo Selesai Dibangun, Akses Warga Kembali Lancar

Gema Surya FM Kamis 13 Agustus 2026 | 13:02 WIB
Bakar Sampah Berujung Kebakaran (Foto: Bambang Supeno)
  • Headline
  • Jelajah

Bakar Sampah Berujung Kebakaran Lahan di Pangkal Sawoo, Nyaris Merembet ke Rumah Warga

Gema Surya FM Kamis 13 Agustus 2026 | 12:06 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.