
Pemerintah Kabupaten Ponorogo telah mengumumkan 125 siswa yang lolos sebagai peserta didik Sekolah Rakyat (SR) rintisan untuk tahun ajaran 2025/2026. Siswa-siswa tersebut akan belajar di tiga jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP hingga SMA.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Nurhadi Hanuri, mengatakan bahwa setelah pengumuman peserta didik, pihaknya langsung mengajukan nama-nama calon tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan kepala sekolah ke pemerintah pusat.
“Pengajuan sudah kami lakukan karena kewenangan meloloskan itu sepenuhnya ada di tangan pemerintah pusat, termasuk saat proses seleksinya,” ujar Nurhadi, Jumat (27/6/2025).
Ia menjelaskan, sejauh ini baru tenaga kependidikan yang telah dinyatakan lolos oleh pemerintah pusat, yaitu sebanyak 18 orang yang seluruhnya berasal dari kalangan ASN.
“Mereka ini akan bertugas sebagai tenaga administrasi sekolah, pengasuh asrama, dan bagian penunjang lainnya,” imbuhnya.
Sementara itu, untuk tenaga pendidik dan kepala sekolah yang memenuhi syarat, masih menunggu hasil seleksi dari pusat. Menurutnya, jumlah yang dibutuhkan cukup banyak, mengingat SR rintisan akan membawahi tiga jenjang pendidikan.
“Kami masih menunggu pengumuman dari pusat, karena dibutuhkan puluhan guru untuk mengajar di SD, SMP, dan SMA. Harapan kami, pemerintah pusat segera menyampaikan hasil seleksi agar proses pembelajaran bisa segera dipersiapkan,” jelas Nurhadi.
Sekolah Rakyat rintisan ini akan menggunakan Gedung IKM sebagai lokasi kegiatan belajar mengajar perdana.
“Pemkab Ponorogo telah mengumumkan calon peserta didik yang lolos Sekolah Rakyat rintisan. Ada 125 siswa yang akan mengikuti tahun ajaran baru, mulai dari SD hingga SMA,” pungkas Nurhadi.



