
Sudah kantongi tiket VIP/VVIP tapi masih tak tadap tempat duduk, penonton kecewa dengan panitia. (TikTok/Kajasminn)
Gelaran Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXX tahun 2025 boleh dibilang sukses lantaran antusiasme masyarakat untuk menyaksikan cukup tinggi. Hal itu bisa dilihat dari membludaknya jumlah penonton hingga banyak yang kehabisan tiket.
Hanya saja, kondisi tersebut diwarnai dengan kekecewaan penonton yang mengaku sudah membeli tiket VVIP namun tidak mendapatkan seat atau tempat duduk.
Di media sosial, kejadian tersebut sempat viral, di mana para penonton yang sudah beli tiket namun tak kebagian kursi melakukan unjuk rasa ke panitia penyelenggara di malam terakhir FNRP.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora), Judha Slamet Sarwo Edi, mengaku telah melakukan klarifikasi kepada event organizer (EO).
“Apa yang menjadi keluhan dan masukan dari masyarakat, khususnya penonton, siap dievaluasi agar kedepan tidak terulang,” kata Judha Slamet.
Hanya saja, EO menolak jika dikatakan masih menjual tiket meski kursi telah penuh. Yang mesti diperbaiki menurutnya adalah pengelolaan pintu masuk dan keluar agar lebih tertata dengan baik.
“Perlu juga dilakukan penomoran untuk kursi yang harus sama dengan nomor tiket sehingga tak bisa ditukar,” imbuh Judha.
Selain itu, karena penonton setiap tahun semakin meningkat dan jumlah seat terbatas, ada wacana akan menaikkan harga tiket masuk (HTM). (rl/ab)



