
Salah satu wisata edukatif yang saat ini terus dikembangkan di Ponorogo adalah Agro Bumi Melikan (ABM) yang terletak di Desa Purwosari, Kecamatan Babadan. ABM menjadi tempat pembelajaran langsung mengenai cara menanam berbagai jenis tanaman buah, sayuran hidroponik, hingga budidaya bunga anggrek.
Di tempat ini, pengunjung bisa belajar langsung praktik menanam, berkebun, stek, cangkok, hingga memasak hasil panen. Salah satu daya tarik utamanya adalah kegiatan memetik dan memanen anggur impor berbagai varietas, langsung dari kebunnya.
Tak kalah menarik, ABM juga memiliki penangkaran burung merak seluas 300 meter persegi. Burung-burung merak yang eksotis tersebut menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi anak-anak dan pelajar.
Heri Wijayanto, pemilik ABM, mengatakan bahwa usahanya tersebut sudah berjalan selama lima tahun dan terus dikembangkan secara bertahap.
“Memang masih skala kecil, tapi kami ingin tempat ini memberikan manfaat lebih bagi warga Ponorogo dan sekitarnya. Karena itu, kami tidak mengenakan tiket masuk. Pengunjung juga boleh memetik dan makan anggur sepuasnya di lokasi,” ujar Heri.
Heri menjelaskan bahwa saat panen, hasil anggur bisa mencapai satu kuintal. ABM memiliki sekitar 40 batang tanaman anggur dengan 20 jenis varietas impor, antara lain Jupiter, Oscar, Giovani, hingga Rojo Pentung.
ABM telah banyak dikunjungi, mulai dari Wakil Bupati Ponorogo Lisdyarita, pelajar dari berbagai sekolah, hingga masyarakat umum.
Menurut Heri, budidaya anggur ia pelajari secara otodidak. Tanaman anggur, menurutnya, cukup unik karena bisa dipanen sesuai keinginan, tergantung pada teknik pemangkasan dan perawatannya.
“Secara umum, anggur memang membutuhkan waktu 1,5 hingga 2 tahun untuk mulai berbuah. Tapi dengan perawatan intensif, beberapa varietas bisa dipanen sampai tiga kali dalam setahun,” jelas Heri.
Adapun penangkaran merak di ABM sudah berjalan sejak tiga tahun terakhir.
“Awalnya, saya dapat dua pasang merak dari teman sesama dosen di Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO). Setelah kami rawat dan kembangbiakkan, sekarang jumlahnya sudah mencapai 20 ekor,” pungkas Heri.



